TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras kepada kelompok elite yang dinilai terlalu mudah panik menghadapi gejolak ekonomi.
Dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo menyinggung sikap sebagian elite yang disebut selalu dihantui ketakutan terhadap kenaikan kurs dollar hingga kekhawatiran stok bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Prabowo, mentalitas seperti itu justru membuat bangsa kehilangan keberanian dan ketahanan menghadapi tantangan global.
Baca juga: Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah Berkisar Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per Dollar AS pada 2027
“Tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa jaga kedaulatan kita.
Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dollar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan alam dan potensi ekonomi yang sangat besar.
Ia menyebut bangsa Indonesia telah dianugerahi sumber daya luar biasa oleh Tuhan.
Namun, menurutnya, selama puluhan tahun kekayaan nasional justru banyak mengalir keluar negeri tanpa mampu memberikan dampak maksimal terhadap kesejahteraan rakyat.
Prabowo bahkan menilai ada persoalan sistemik dalam tata ekonomi nasional yang membuat Indonesia sulit benar-benar menjadi negara makmur.
“Mungkin perbedaan kita dengan negara seperti Meksiko, India, Filipina, dan lain sebagainya adalah perbedaan sistemik.
Kita harus lihat fakta, fakta kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita menjadi bangsa yang makmur,” imbuhnya.
Baca juga: Prabowo Kawal Kasus Korupsi Nadiem Makarim, Hubungi Hotman Paris Tengah Malam Demi Keadilan Hukum
Pernyataan Prabowo disampaikan di tengah kondisi rupiah yang masih berada dalam tekanan.
Pada perdagangan Rabu pagi (20/5/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka di level Rp 17.738 per dollar AS.
Posisi tersebut melemah sekitar 0,18 persen dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp 17.706 per dollar AS.
Dengan pelemahan itu, rupiah tercatat menjadi mata uang dengan koreksi terdalam di kawasan Asia pada perdagangan pagi tersebut.
Sebelumnya, pemerintah melalui pidato ekonomi Presiden juga telah menetapkan target stabilitas rupiah pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dollar AS untuk tahun 2027 sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi nasional.
***
(TribunTrends/Kompas)