TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Suami Korban Kecelakaan di Simpang Rimbo, Rustam (50) menceritakan kronologi yang dialami istrinya, Tri Renni Aprianti (48).
Hal itu disampaikan suami korban, saat ditemui Tribunjambi.com dirumah duka, Rabu (20/5/2026).
Dia menceritakan, kejadian bermula saat istrinya menaiki angkot dari kawasan pasar Simpang pulai.
“Terus berhenti di Simpang Rimbo, dekat terminal. Naik ojek pengkolan. Pokoknya kejadiannya tu sekilas itulah kejadiannya, sebab belum berapa belum berapa menit naik di di apa tu di ojek tu tiba-tiba sudah kejadian,” ucapnya lirih.
Rustam mengatakan dirinya mendapatkan kabar kecelakaan tersebut sekira pukul 09.00 WIB, kabar itu didapatkan dari tetangganya.
Saat itu, dia tidak mengetahui kabar terkait istrinya selamat atau tidak dari kecelakaan tersebut.
“Kami sampai di situ sudah ditutup daun. Nah di situlah kami baru mengamuk, jadi kami mengamuk sebentar pas kami di (tenangkan) sama polisi,” katanya.
Meski demikian, Rustam mengaku emosinya mereda. Dia menuturkan ambulans RS DKT datang sekira 1 jam ke lokasi.
Sebab, Pihak RS DKT Bratanata Jambi menyebut agar jasad jangan di sentuh, sebelum pihak keluarga datang.
“Makanya polisi-polisi di situ tadinya tak ada yang ganggu. Tunggu ambulans dari DKT. Ambulans DKT itulah yang ngangkut ke rumah sakit DKT tadi,”
Dia menjelaskan belum bertemu dengan sopir truk CPO yang diduga terlibat kecelakaan.
“Enggak ketemu, Pak. Sebab mungkin sudah ada sejam kejadian baru kami datang, Kami enggak tahu, orang ini ciri-cirinya kayak mana. Katanya sudah ditangkap,” jelasnya.
Sebab itu, Rustam berharap kepada pihak kepolisian agar pihak yang terlibat kecelakaan itu dihukum sesuai undang-undang yang berlaku.
“Hukum seberat-beratnya, sebab membawa kendaraan itu di tempat umum atau di tempat-tempat seperti itu harus kita waspada,” harapnya.
Disatu sisi, dia menyebut tidak ada firasat apapun sebelum kecelakaan tersebut terjadi.
Meski begitu, Rustam menyebut anaknya terpukul akibat kecelakaan yang menimpa istrinya.
“Kalau anak-anak sudah terpukul, Pak. Masalahnya anak kami yang kecil ini baru kelas 6 SD tahun tamat tahun ini, kemudian yang besar ini kelas 1 SMA Adhyaksa,naik kelas 2,” terangnya.
Diketahui, korban meninggalkan 2 orang anak. Anak pertama sekolah di SMA Adhyaksa Jambi, saat ini duduk di kelas 1 SMA, hendak naik kelas 2 SMA.
Anak kedua korban bersekolah di SDN 52 yang terletak di Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.
Sementara suami korban sehari-harinya bekerja sebagai tukang bangunan yang bekerja di kawasan mendalo.
Korban diketahui merupakan PPPK perawat di Rumah Sakit Tk III dr Bratanata Jambi. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Jenazah Perawat RS Bratanata Korban Kecelakaan di Alam Barajo Tiba di Rumah Duka