Sejumlah Kepala Sekolah di Muaro Jambi Mundur, Disdik Lakukan Evaluasi
Heri Prihartono May 20, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM,  SENGETI – Sebanyak 183 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, resmi dilantik untuk menempati jabatan baru.

Namun ironisnya,  berselang tiga hari kemudian sejumlah kepala sekolah di antaranya justru memilih untuk mengundurkan diri secara mendadak.

Keputusan mengejutkan itu dipicu lokasi penempatan tugas baru yang dinilai terlalu jauh dan tidak sesuai harapan.

​Informasi yang dihimpun Tribun Jambi menyebutkan bahwa penempatan para kepala sekolah baru ini dianggap tidak mempertimbangkan letak geografis tempat tinggal. 

Akibatnya, banyak kepala sekolah yang harus menempuh jarak sangat jauh demi mencapai sekolah tempatnya bertugas.

Mereka berharap agar pemerintah daerah mengevaluasi kebijakan tersebut dan menyesuaikan penempatan kepala sekolah dengan situasi domisili masing-masing.


​"Kami berharap penempatan kepala sekolah ini logis dan sesuai dengan tempat tinggal mereka. Jangan sampai ada kepala sekolah yang tinggal di kawasan Mendalo, tetapi malah ditempatkan bertugas di Kumpeh atau Bahar Selatan. Jaraknya terlalu ekstrem," ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

​Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi, M. Hendri Gunawan, membenarkan adanya pengunduran diri massal tersebut. Menurutnya, pihak dinas telah menerima berkas pengunduran diri dari 13 kepala sekolah.

​"Saat ini sudah ada sekitar 13 orang kepala sekolah yang mengajukan surat pengunduran diri ke Dinas Pendidikan. Alasan yang disampaikan cukup beragam, mulai dari faktor kondisi kesehatan, masa pensiun yang sudah dekat, hingga kendala jarak tempuh ke lokasi tugas yang baru," ujar M. Hendri Gunawan 

Menyikapi fenomena ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi menyatakan akan segera melakukan kajian dan evaluasi mendalam. Langkah ini diambil guna menentukan penanganan lebih lanjut serta memastikan roda kepemimpinan dan aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak tidak terganggu.


​Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Ruang Nang Inang, Kantor Bupati Muaro Jambi. Kegiatan dipimpin langsung Wakil Bupati Muaro Jambi, Jun Mahir. 


Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya akselerasi mutu dan kualitas pendidikan di Bumi Sailun Salimbai.


​Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 183 kepala sekolah yang dilantik, komposisinya didominasi oleh pimpinan fungsional tingkat dasar.  Rinciannya 99 orang kepala SD, 53 orang kepala SMP (posisi promosi/rotasi), serta 31 orang kepala TK yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.


​Dalam arahannya, Wakil Bupati Jun Mahir menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukanlah sekadar fasilitas, melainkan tanggung jawab besar moral dan akademis. 


Dia meminta para kepala sekolah yang baru dilantik segera melakukan adaptasi dan evaluasi di lingkungan kerja yang baru.


"Jabatan ini adalah amanah. Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas, dan jadilah pemimpin yang mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” kata Jun Mahir.


​Lebih lanjut, Wabup juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pihak sekolah, komite, dan orang tua murid demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta ramah anak.


Katanya, kepala sekolah adalah manajer sekaligus motor penggerak di satuan pendidikan. Oleh karena itu, dirinya minta semua yang dilantik hari ini langsung bekerja, tunjukkan integritas, dan buat inovasi. 


Jangan ada lagi laporan-laporan miring terkait pengelolaan dana BOS maupun administrasi sekolah.


"Selamat atas jabatannya, semoga amanah dan saya minta semuanya langsung bekerja," ungkapnya. (Tribun Jambi/Muzakkir)
 

Baca juga: Baru 3 Hari Dilantik, Puluhan Kepala Sekolah di Muaro Jambi Mengundurkan Diri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.