Pemkab Magelang Luncurkan Program 'Blonjo Warung Tonggo' untuk Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Muhammad Fatoni May 20, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang resmi meluncurkan program 'Blonjo Warung Tonggo' sebagai gerakan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat pelaku UMKM lokal.

Program tersebut mulai dijalankan usai Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Soepardi, Kelurahan Sawitan, Kecamatan Mungkid,  Rabu (20/5/2026).

Melalui program ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magelang diajak berbelanja di warung-warung sekitar tempat tinggal mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap ekonomi warga. Program juga didukung sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS.

Bupati Magelang, Grengseng Pamudji mengatakan, program tersebut lahir dari inisiatif ASN untuk membantu menggerakkan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

“Ini inisiasi teman-teman ASN sebagai salah satu bentuk keteladanan dan kepeloporan untuk kepedulian terhadap ekonomi warga sekitar,” kata Grengseng Pamudji.

Soft Launching

Ia menjelaskan, saat ini program masih diterapkan di tiga lokasi sebagai tahap awal atau soft launching sebelum nantinya diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Magelang.

“Hari ini kita masih berjalan di tiga tempat sebagai soft launching. Nanti dalam waktu satu bulan kita evaluasi,” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi akan dilakukan untuk melihat sejauh mana dampak program terhadap masyarakat dan pelaku usaha kecil.

“Kalau memang benar-benar berdampak dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sistemnya sederhana, bisa dilaksanakan dengan cepat dan tidak menyusahkan, nanti akan dilaunching ke seluruh Kabupaten Magelang,” jelasnya.

Grengseng menegaskan, konsep utama program tersebut adalah membangun kesadaran ASN untuk menjadi pelopor dalam menguatkan ekonomi warung tetangga.

“Kita mulai dari kesadaran dulu teman-teman ASN. Konsepnya bukan punishment, tapi reward bagi teman-teman yang mempunyai kepedulian lebih terhadap warung tetangga,” imbuhnya.

Baca juga: Klarifikasi Polresta Magelang soal Video Viral Tawuran Pelajar Gunakan Senpi: Itu Pistol Mainan

Perluas Transaksi Digital

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan program Blonjo Warung Tonggo juga menjadi langkah untuk memperluas transaksi digital di kalangan UMKM.

“Dengan Blonjo Warung Tonggo ini diharapkan memudahkan transaksi lewat non-tunai sehingga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat,” katanya.

Ia menyebut pihaknya akan melakukan pendampingan kepada para pedagang mulai dari proses pendaftaran hingga penggunaan aplikasi transaksi digital.

“Kami dari dasar pedagang akan melakukan pendampingan. Bagaimana mereka mendaftarkan, bagaimana kita kurasi, sampai terkait aplikasinya kami akan melakukan pendampingan,” ujarnya.

Menurut Edi, gerakan tersebut diharapkan menjadi contoh nyata bahwa ASN dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

“Kalau mengingat kondisi hari ini, kita memang harus saling menguatkan antar kita khususnya di Kabupaten Magelang,” tuturnya.

“Maka konsep gerakan ini adalah gerakan keteladanan. Harapan kami, gerakan ASN ini nantinya menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menguatkan warung-warung tetangga sehingga ekonomi sektor riil berjalan,” lanjutnya.

Dukungan

Dukungan juga datang dari Bank Bapas 69 Magelang. 

Direktur Bank Bapas 69 Magelang, Rohmad Widodo mengatakan pihaknya siap memberikan fasilitas kredit berbunga ringan bagi pelaku UMKM yang telah bergabung dalam sistem QRIS Bank Bapas.

“Bagi yang sudah ikut program QRIS-nya Bapas, insyaallah akan kita fasilitasi dengan kredit bunga murah, separuhnya dari KUR,” katanya.

Bahkan, pihaknya berencana mengusulkan subsidi bunga kepada pemerintah daerah agar pelaku usaha mikro dapat memperoleh kredit tanpa bunga.

“Bila memungkinkan nanti kami minta subsidi bunga agar UMKM yang levelnya betul-betul mikro bisa kredit tanpa bunga,” ujarnya.

“Bunganya disubsidi oleh Pemda sehingga sangat membantu UMKM kecil,” tambah Rohmad.

Saat ini lebih dari 1.600 UMKM telah tergabung dalam website UMKM Bapas, sedangkan merchant QRIS yang terdaftar mencapai lebih dari 300 merchant.

“Untuk ASN yang sudah menginstal aplikasi Stupa sudah lebih dari ribuan. Dari Bapas sendiri sudah 100 persen menginstal semua,” jelasnya.

Selain itu, Bank Bapas juga mendorong seluruh pegawainya menggandeng minimal satu warung tetangga sebagai tempat berbelanja rutin menggunakan sebagian tunjangan kinerja yang diterima.

Melalui program tersebut, Bank Bapas menargetkan sedikitnya 3.000 transaksi setiap bulan guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan sekitar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.