Gara-Gara Isu BBM Pertalite di Medsos, Diskoperindag Imbau Warga Pelalawan Tetap Tenang
Ariestia May 20, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Isu terkait pembahasan kendaraan yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite semakin ramai beredar dalam beberapa hari terakhir.

Mobil dengan kapasitas 1.400 cc ke atas tidak bisa lagi mendapatkan BBM subsidi tersebut. 

Kabar yang beredar ini akan memicu keresahan bagi kalangan masyarakat, terutama yang mobil dengan kelas 1.400 cc ke atas yang selama ini mengunakan pertalite.

Bahkan diperkirakan akan terjadi panic buying ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), termasuk di Kabupaten Pelalawan.  

Amatan tribunpekanbaru.com di beberapa SPBU di Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan kondisinya masih normal.

Baca juga: Antrean SPBU di Pekanbaru Normal, Kabar Pembatasan Pertalite Tak Pengaruhi Pengendara

Belum ada antrian panjang kedaraaan di pompa pengisian BBM pertalite seperti di SPBU Jalan Koridor Kilometer 5.

Masyarakat belum melakukan panic buying imbas dari kabar tersebut. 

"Masih nomal-normal aja. Setiap hari memang seperti ini antrian. Pengumuman pembatasan juga belum ada," kata seorang petugas SPBU kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (20/5/2026). 

Kondisi yang sama juga terlihat di SPBU Kota Pangkalan Kerinci yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim).

Jumlah kendaraan yang mengantri di dispenser pertalite masih normal dan belum ada lonjakan.

Termasuk di beberapa SPBU lainnya, proses pengisian tetap seperti hari-hari sebelumnya. 

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan Pelalawan, Hanafie S.Sos menyebutkan, pihaknya belum menerima informasi resmi terkait pembatasan kendaraan yang mengkonsumsi BBM pertalite.

Informasi yang beredar masih sebatas di Media Sosial (Medsos) dan belum ada pengumuman terbaru dari pihak Pertamina. 

"Kabar resmi dari pertamina belum ada sampai sekarang. Masih di media saja," tutur Hanafie kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (20/5/2026).

Ia mengimbau kepada masyarakat, agar menunggu pengumuman resmi dari pemerintah melalui pertamina, seputar pembatasan kendaraan yang mengisi pertalite.

Disarankan supaya tetap mengisi BBM sesuai kebutuhan tanpa harus terpancing dengan isu yang beredar di media sosial.

"Jangan sampai panic buying dan berbondong-bondong ke SPBU. Kabar itu belum tentu jelas kebenarannya, karena pertamina belum ada pengumuman resmi," ungkap Hanafie. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.