Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) melaporkan maraknya penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT), terbanyak ditemukan di Bogor hingga Depok. Jenis obat yang kerap disalahgunakan yakni tramadol, triheksifenidil, klorpromazin, amitriptilin, haloperidol, ketamin, dan dekstrometorfan.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menekankan penyalahgunaan OOT wilayah Bogor dan Depok sudah masuk kondisi darurat. Trennya meningkat signifikan, bahkan mulai bergeser menggantikan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.
"Dampak serius yang dapat terjadi pada kesehatan antara lain halusinasi, gangguan perilaku, gangguan fungsi otak, hingga ketergantungan. Dalam jangka panjang, penyalahgunaan OOT berisiko menyebabkan kerusakan organ, gangguan mental berat, over dosis, bahkan kematian," terang Taruna dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
"Selain itu, dapat mengancam masa depan bangsa karena merusak kualitas generasi muda serta meningkatkan kriminalitas dan beban ekonomi yang berisiko menghambat terwujudnya Indonesia Emas 2045," lanjut Taruna.
Tren penyalahgunaan 'tramadol CS' mulai melampaui penggunaan narkotika dan psikotropika lantaran dinilai lebih murah dan jauh lebih mudah diakses, terutama oleh generasi muda. Sanksinya juga dinilai belum seberat yang didapat terkait kasus penyalahgunaan narkotika.
Secara nasional, BPOM RI melihat daerah rawan penyalahgunaan OOT bahkan meningkat hingga 19 kali lipat dalam 7 tahun terakhir. Begitu pula engan hasil pantauan siber, yang menemukan peningkatan pembelian obat tersebut naik dua kali lipat.
BPOM RI juga melaporkan data hasil pengawasan/penindakan Balai POM di Bogor, ada 46 operasi penindakan telah dilakukan bersama Walikota, Sekretaris Daerah, Kepolisian Resor kota, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Depok.
Data juga mencatat adanya 37 permintaan keterangan saksi/ahli dari aparat penegak hukum terkait penyalahgunaan OOT.
Selain itu, BPOM telah melakukan pengawasan rutin terhadap 449 sarana pelayanan kefarmasian di wilayah Bogor dan Depok sejak 2023 sampai dengan Triwulan I tahun 2026.



