Cekcok Soal Asap Sampah, Pasutri di Bengkulu Tengah Diduga Dikeroyok-Tempuh Jalur Hukum
Hendrik Budiman May 20, 2026 07:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Perselisihan antar tetangga di Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, berujung laporan ke polisi.

Pasangan suami istri, Popy Chatrine dan Oza Fikri Kusuma, mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan di rumah mereka sendiri dan memilih menempuh jalur hukum.

Korban resmi membuat laporan ke Polres Bengkulu Tengah pada Rabu (20/5/2026), setelah menilai tidak ada upaya penyelesaian dari pihak terlapor pasca kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi pada 25 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB lalu.

Keributan diduga dipicu persoalan asap pembakaran sampah di samping rumah korban.

Menurut pengakuan korban, seorang perempuan berinisial SA datang ke rumah mereka dalam kondisi emosi karena merasa terganggu dengan asap pembakaran sampah yang dikhawatirkan dapat memengaruhi pendingin ruangan atau AC miliknya.

Popy mengatakan dirinya bersama sang suami sempat mencoba menenangkan situasi dan mengajak persoalan tersebut diselesaikan secara baik-baik.

Namun, cekcok justru semakin memanas hingga berujung dugaan aksi kekerasan.

“Kami maunya dibicarakan baik-baik, tapi situasi malah makin panas,” ujar Popy Chatrine saat dikonfirmasi usai membuat laporan polisi, Rabu (20/5/2026).

Dalam laporan korban, Oza mengaku sempat didorong lebih dulu sebelum seorang pria berinisial JO yang disebut merupakan oknum anggota polisi datang dan ikut terlibat dalam keributan.

Korban juga menyebut tiga anggota keluarga terlapor yang datang dari luar daerah turut terlibat dalam aksi tersebut.

Baca juga: Jembatan Penanding Bengkulu Tengah Putus Bertahun-tahun, Pemkab Cari Dukungan Anggaran Pusat 

Popy mengaku mengalami tindakan kasar berupa tarikan pada baju dan leher hingga hampir terjatuh.

“Saya ditarik bajunya, leher juga ditarik. Bahkan ada yang bilang mau ambil parang,” lanjut Popy.

Tak hanya itu, di tengah keributan korban mengaku sempat mendengar ancaman akan mengambil parang.

Selain melaporkan dugaan pengeroyokan, korban juga mengaku kecewa karena mereka justru ikut dilaporkan balik ke pihak kepolisian.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan Polres Bengkulu Tengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.