3 Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi, ISPA hingga Hipertensi Jadi Keluhan Terbanyak
Ricky Jenihansen May 20, 2026 07:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kesehatan jemaah haji asal Bengkulu di Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji ARMUZNA 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Penanggung Jawab (PJ) Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, mengatakan seluruh jemaah haji asal Bengkulu yang tergabung dalam Kloter PDG 02, PDG 03, PDG 04, dan PDG 05 saat ini telah berada di Kota Makkah dan selesai melaksanakan umrah wajib.

“Seluruh jemaah haji asal Bengkulu saat ini sudah berada di Makkah dan dalam kondisi terus dipantau oleh Tim Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), terutama menjelang puncak ibadah haji di ARMUZNA,” ungkap Kurniawan dalam laporannya, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data terbaru penyelenggaraan kesehatan haji Provinsi Bengkulu, total jemaah haji yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi mencapai 1.344 orang.

Sebanyak 1.343 jemaah saat ini berada di Makkah dan tercatat satu orang meninggal dunia.

ISPA hingga Hipertensi

Selain itu, pelayanan kesehatan kepada jemaah terus dilakukan selama 24 jam.

Pada hari ini tercatat sebanyak 52 layanan kesehatan diberikan kepada jemaah dengan total akumulasi mencapai 2.113 layanan kesehatan.

Sementara itu, visitasi terhadap Jemaah Prioritas Risiko Tinggi (PRISTI) mencapai 83 orang dengan total akumulasi 3.233 visitasi.

Kurniawan menjelaskan, beberapa diagnosis penyakit yang paling banyak dialami jemaah haji Bengkulu di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, febris atau demam, diabetes melitus, myalgia, faringitis, dan vertigo.

“Cuaca panas dan aktivitas ibadah yang cukup padat membuat jemaah rentan mengalami gangguan kesehatan. Karena itu, kami terus mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi tubuh,” jelas Kurniawan.

Tiga Jemaah Dirawat di RS Arab Saudi

Saat ini terdapat tiga jemaah haji asal Bengkulu yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Masing-masing yakni Umi Kasmini (63), asal Kota Bengkulu, yang dirawat di Saudi German Hospital Makkah dengan diagnosis colic abdomen.

Kemudian Nurmala Dewi (69), asal Kota Bengkulu, dirawat di RS Al Noor Makkah dengan diagnosis congestive heart failure (CHF) dan pneumonia.

Selanjutnya Muslim Yasir (80), asal Kabupaten Kaur, dirawat di RS Al Noor Makkah akibat broncho pneumonia dan respiratory failure.

Pemeriksaan Jelang ARMUZNA

Kurniawan menambahkan, menjelang fase ARMUZNA yang dimulai pada 25 Mei 2026, TKHK juga mulai melakukan Ground Check Fase 2 atau pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh jemaah haji tanpa terkecuali.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian puncak ibadah haji.

Selain itu, TKHK bersama ketua kloter dan pembimbing ibadah juga melakukan pemetaan terhadap jemaah yang akan mengikuti skema murur maupun safari wukuf guna mengurangi risiko kegawatdaruratan selama fase ARMUZNA.

“Kami juga terus memberikan edukasi kepada jemaah agar rutin minum oralit satu bungkus per hari, minum air putih 200 cc setiap jam, serta menggunakan alat pelindung diri saat keluar hotel,” tutup Kurniawan.

Menurut Kurniawan, langkah preventif tersebut penting dilakukan agar kondisi kesehatan jemaah tetap stabil selama menjalankan ibadah di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.