Sidak Hewan Kurban di Bondowoso, Disnakkan Pastikan Sapi dan Domba Sehat Jelang Idul Adha
Haorrahman May 20, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak hewan kurban menjelang Idul Adha, Rabu (20/5/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan dan standar kesejahteraan ternak yang dijual kepada masyarakat.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran sidak di antaranya Lapak Hewan Kurban Al Fajri di Kelurahan Badean serta Kandang Sapi Aufal Farm di Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan.

Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendry Widotono, mengatakan pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi kandang penampungan hingga kesehatan fisik hewan kurban. Menurutnya, kualitas daging sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan kesejahteraan hewan.

“Kita pasangi stiker pada lapak yang sudah ditinjau,” ujarnya.

Hendry menjelaskan, lapak yang telah lolos pemeriksaan akan diberi stiker sebagai penanda bahwa hewan yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan. Selain itu, petugas juga membagikan disinfektan kepada pemilik lapak untuk menjaga kebersihan kandang dan mencegah penyebaran penyakit.

Baca juga: DPRD Bondowoso Bentuk Pansus Raperda Penyertaan Modal Perumda Ijen Tirta

Ia menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan ke seluruh lapak hewan kurban di wilayah Bondowoso. Karena itu, masyarakat diminta aktif melapor apabila menemukan lapak baru yang belum diperiksa petugas.

“Pokoknya ada laporan dari masyarakat mengenai adanya lapak, langsung kita datangi,” tegasnya.

Untuk mendukung pengawasan menjelang Iduladha, Disnakkan Bondowoso juga telah menerjunkan 75 tenaga kesehatan hewan yang terdiri dari petugas medis dan paramedis veteriner ke berbagai wilayah.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Bondowoso, drh. Edy Poernomo, menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik luar seperti bulu yang mengkilat, nafsu makan, hingga pemeriksaan khusus pada rongga mulut dan gigi hewan.

“Semua hewan kurban di Al Fajri ini dinyatakan sehat,” jelas Edy.

Baca juga: Bulog Bondowoso Serap Gabah 65 Ribu Ton, Lampui Target Tahun 2026

Di sisi lain, aktivitas penjualan hewan kurban mulai meningkat menjelang Iduladha. Mudari, salah seorang pekerja di Lapak Hewan Kurban Al Fajri, mengatakan saat ini tersedia 140 ekor domba dan lima ekor sapi di lapaknya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 76 ekor domba telah terjual. Ia menyebut tingginya minat masyarakat tetap terjadi meski harga hewan kurban mengalami kenaikan cukup signifikan.

Menurut Mudari, domba yang dijual berasal dari peternak lokal di Kecamatan Pujer dan Kecamatan Ijen (Sempol), sedangkan sapi didatangkan dari Madura.

“Dombanya ini asli dari Pujer sama Sempol,” katanya.

Ia menambahkan, harga domba jantan yang biasanya sekitar Rp2 juta kini naik menjadi sekitar Rp4 juta per ekor dalam sebulan terakhir menjelang Iduladha.

Sementara untuk sapi, harga jual berkisar antara Rp16 juta hingga Rp18 juta per ekor.

“Kalau untuk sapi, di sini paling murah Rp16 juta dan yang paling mahal Rp18 juta,” pungkasnya.





© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.