TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Harga hewan ternak kurban mulai naik di Kabupaten Lumajang menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Harga sapi dan kambing siap sembelih di Pasar Patok, pusat penjualan ternak di Lumajang telah melonjak.
Pedagang ternak di Pasar Patok, Budi, mengatakan lonjakan harga sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Menurutnya, kenaikan paling tinggi terjadi pada sapi berukuran besar yang banyak diburu pembeli untuk kebutuhan kurban.
“Ini harga sapi mahal soalnya mau kurbanan, naiknya sampai Rp3 juta kalau yang besar,” ujar Budi, Rabu (20/5/2026).
Budi menjelaskan, permintaan hewan kurban di Lumajang tidak hanya berasal dari warga lokal. Pembeli justru banyak datang dari luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Jember, Probolinggo hingga Jawa Barat.
Baca juga: Pemasangan CCTV di Lumajang Dikebut, Bupati dan Kapolres Cek Langsung ke Desa-Desa
“Biasanya yang banyak beli itu dari luar kota, kayak Jawa Barat, Purwakarta, Surabaya banyak ke sini,” katanya.
Tingginya permintaan membuat para pedagang menaikkan harga jual ternak sapi. Untuk sapi ukuran kecil hingga sedang, harga kini berada di kisaran Rp 17,5 juta per ekor, naik dari sebelumnya sekitar Rp16 juta.
Sementara sapi berukuran besar dijual hingga Rp30 juta per ekor, dari harga sebelumnya sekitar Rp 27 juta.
“Harga hewan kurban jenis sapi naik berkisar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per ekor tergantung ukuran,” ucap Budi.
Baca juga: Pemkab Lumajang Alokasikan Rp 1,1 Miliar untuk 250 Titik PJU Baru pada 2026
Kenaikan harga juga terjadi pada ternak kambing. Pedagang kambing asal Kecamatan Tempeh, Arifin, mengatakan harga kambing saat ini naik sekitar Rp500 ribu per ekor dibanding sebelum musim kurban.
Menurutnya, harga kambing cukup bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya. Ada kambing yang dijual mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per ekor. Bahkan, ada paket dua ekor kambing yang dijual sekitar Rp 5 juta.
“Harganya macam-macam, ada yang Rp 1,5 juta, ada yang Rp 2 juta dan ada yang Rp 5 juta dapat dua ekor. Harganya ini naik Rp 500 ribu dibanding sebelumnya,” beber Arifin.
Meski harga naik, minat masyarakat membeli kambing kurban disebut tetap tinggi. Dalam sehari, Arifin mengaku mampu menjual 10 hingga 15 ekor kambing untuk kebutuhan Idul Adha.
“Dalam satu hari, bisa 10 sampai 15 ekor kambing terjual untuk kebutuhan kurban,” ujarnya.
Baca juga: Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Lumajang Baru 15,72 Persen, Masih Kurang 24 Ribu Peserta
Kenaikan harga hewan kurban di Lumajang diperkirakan masih akan berlanjut seiring mendekatnya Hari Raya Idul Adha.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, Endra Novianto, mengatakan pihaknya telah menerjunkan 90 paramedik kesehatan hewan.
Petugas tersebut disebar di setiap kecamatan dan empat Puskeswan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.
“Yang kami sebar di setiap kecamatan di empat Puskeswan. Insyaallah kami juga dibantu adik-adik mahasiswa kedokteran hewan dari Unair, serta dewan kesehatan hewan untuk membantu mengawasi pelaksanaan penyembelihan hewan saat Idul Adha,” kata Endra.