Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor terekam CCTV.
Dari video yang beredar, terlihat dua pelaku datang menggunakan sepeda motor matik dan menghentikan kendaraanya di dekat target.
Satu pelaku kemudian mengeksekusi motor Honda Beat lalu pergi begitu saja membawa hasil curiannya.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, aksi pencurian itu terjadi pada Senin (18/5/2026) di area parkir dari sebuah gerai jus.
Juru parkir yang mengetahui kejadian tersebut sempat berusaha melakukan pengejaran, namun pelaku disebut membawa senjata api dan sempat melepaskan tembakan ke udara.
Kapolsek Gunungputri Kompol Aulia Robby Kartika Putra membenarkan adanya aksi pencurian tersebut di wilayah hukumnya.
Akan tetapi, ia menepis bahwa pelaku membawa benda yang diduga senjata api seperti keterangan yang beredar di media sosial.
"Betul ada curanmor, tapi tidak bersenjata," ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan, narasi adanya senjata api berasal dari karangan juru parkir yang saat itu lengah sehingga terjadi aksi pencurian.
Menurutnya, juru parkir tersebut juga berusaha mengejar karena mengira kendaraan yang parkir pergi tanpa membayar.
"Jadi tukang parkir itu tadinha mau ngejar si pelaku itu dia pikir rugi karena ada motor dua kabur engga bayar parkir. Jadi bukan karna si tukang parkir itu tau maling terus dikejar," katanya.
Setelah pemilik motor itu mencari kendaraan yang diparkirkan sebelumnya, juru parkir itupun membuat rekayasa cerita.
Ia menyebut bahwa tukang parkir tersebut mengarang cerita agar tidak dituntut pertanggungjawaban oleh pemilik motor yang dicuri.
"Ia berfikir supaya tidak mengganti kerugian dia ngarang cerita seolah-olah ditembaklah, terus katanya bawa senjata tajam di pinggangnya padahal di cek di CCTV juga gak ada," katanya.
Kendati demikian, Kompol Aulia Robby Kartika Putra mengatakan saat ini kasus pencurian tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya.
"Kita masih cari identitas si pelakunya," katanya.