Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2026 akan mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya.
Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode April hingga Juni 2026 berada di kisaran 5 persen hingga 5,2 persen.
Menurutnya, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi setelah pada triwulan I terdorong oleh momentum musiman.
“Kalau kemarin 5,61 persen, mungkin perkiraan saya antara 5 persen sampai 5,2 persen,” ujarnya, saat dihubungi TribunJabar.id, Rabu (20/5/2026).
Acuviarta menjelaskan, pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi banyak ditopang oleh peningkatan konsumsi masyarakat akibat momentum libur panjang dan Hari Raya Idulfitri yang turut mendorong belanja rumah tangga.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak berulang pada triwulan II karena tidak adanya momen Lebaran maupun tambahan pendapatan seperti Tunjangan Hari Raya (THR)..
“Di triwulan I itu lebih banyak didorong karena musim libur dan Lebaran. Kalau triwulan II ini sudah tidak ada Lebaran lagi, tidak ada THR,” katanya.
Acu, sapaan akrabnya menyebut masih ada penopang pertumbuhan dari belanja pemerintah yang terus berjalan, termasuk sejumlah program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), serta adanya momentum Hari Raya Iduladha pada triwulan II.
“Namun kontribusi faktor ini juga belum cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi setinggi triwulan sebelumnya,” tuturnya.
Dia juga menyinggung adanya faktor low base effect yang membuat perbandingan pertumbuhan antarperiode tidak sepenuhnya dapat disamakan, karena pola konsumsi dan momentum ekonomi pada tahun sebelumnya berbedaa.
Ia menambahkan, kondisi global dan dinamika geopolitik yang masih bergejolak turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut.