- Seorang pembantu rumah tangga dilaporkan majikannya karena diduga mencuri emas batangan dan sejumlah uang dolar tabungan senilai sekitar Rp30-an juta juga di sebuah rumah kawasan Jalan Legundi, Genteng, Surabaya.
Dongkolnya lagi, aksi tersebut dilakukan oleh si pembantu saat satu hari bekerja di rumah majikannya.
Tak pelak, sang majikan melaporkan dugaan kasus tersebut ke markas Kepolisian setempat, pada Senin (20/4/2026).
Korban Diah Lesty (32) menceritakan, dirinya baru menyadari jika harta bendanya hilang diduga kuat dicuri oleh pembantu rumah tangganya itu, setelah menyadari gelagat aneh si terduga pelaku.
Pada hari pertama bekerja membantunya membersihkan rumah, si pembantu mendadak meminta izin untuk menjemput anaknya pulang sekolah, tepat pukul 10.00 WIB.
Ia lantas memberikannya izin beristirahat sejenak, hingga akhirnya menyadari bahwa si pembantu itu tak kunjung kembali ke rumahnya untuk melanjutkan bekerja.
Bahkan, saat ditelpon nomor kontaknya melalui sambungan seluler dan WhatsApp (WA), nomor telepon si pembantu tidak lagi bisa tersambung.
"Jam 10 dia tiba-tiba izin mau menjemput anaknya. Nah, terus setelah itu dia enggak balik lagi," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di depan teras rumahnya, pada Rabu (20/5/2026).
Menyadari ada gelagat yang tak beres dari sang pembantu baru. Lesty berinisiatif mencari informasi lain mengenai sosok si pembantu melalui aplikasi pendeteksi penamaan kontak WA, bernama Get Contact.
Ternyata, nomor si pembantu banyak dinamai oleh orang lain dengan penyebutan; pelaku penipuan. Setelah mengetahui fakta tersebut, ia bergegas memeriksa kamar tempatnya menyimpan harta benda perhiasan dan uang tabungan.
"Uangnya dolar sih gitu itu saya juga belum hitung berapanya gitu. Tapi yang jelas ya emas itu yang paling kelihatan," katanya.
Bak tersambar petir di siang bolong, setelah memeriksa seisi kamar pribadinya beserta sang suami. Ternyata, 10 gram emas batangan dan sejumlah uang tunai mata uang dolar tabungan keluarganya, hilang.
Lesty menduga kuat bahwa hilangnya sejumlah harta bendanya itu dicuri oleh si pembantu baru yang gelagatnya mencurigakan bahkan tiba-tiba kabur tanpa kejelasan.
Apalagi, seingat Lesty, pada momen terakhir, sebelum keluar rumah untuk izin pulang, si pembantu sempat berlagak sibuk menyapu atau membersihkan area kamarnya.
Dan, dirinya saat itu, sedangkan memomong anak di ruangan tengah.
"Nah, setelah saat itu akhirnya saya sadar terus cek-cek barang juga dan ternyata memang ada yang hilang. Setelah kejadian saya langsung cek CCTV dan langsung lapor Polisi dan diproses juga hari itu," ungkapnya.
Lantas, bagaimana Lesty mengenal si pembantu tersebut. Ia menceritakan, dirinya memang sempat membuat unggahan melalui akun sosmednya untuk mencari pembantu atau asisten rumah tangga.
Ternyata, sosok si perempuan terduga pelaku itu yang menghubunginya melalui nomor WA pada unggahan sosmed tersebut.
"Ya memang untuk kerjanya PP harian pulang pergi gitu. Terus habis itu baru kerja sehari ternyata dia ternyata maling gitu," jelasnya.
Cuma, Lesty mengakui jika terdapat sejumlah kejanggalan terhadap perangai si pembantu selama bekerja di rumahnya.
Setiap dimintai tanda pengenal seperti kartu identitas KTP, kerap kali berkelit. Bahkan, selama berada bekerja di rumahnya, kerap kali memakai masker dan kaca mata hitam.
"Dia kerja pakai ketutup semua pakai kerudung pakai kacamata dan pakai masker selama kerja gitu. Dan ternyata pelat nomor motornya juga palsu setelah diselidiki sama Polisi," ungkapnya.
Mengenai ciri-ciri fisik si pembantu tersebut. Lesty menerangkan, sosok si pembantu berpostur tubuh cenderung tambun dan tinggi.
Lalu, warna kulitnya cenderung gelap pada jemari tangan kanan terdapat dua cincin terpasang.
"Dia selalu pakai cincin dua gini loh nyambung gitu kanan kiri. Ya maksudnya bersebelahan. Gitu. Saya rasa 40-an, usianya," katanya.
Lantaran kasus ini sudah dilaporkan ke markas Kepolisian setempat. Lesty berharap, pelakunya dapat segera ditangkap. Terlebih lagi, ia juga mengimbau masyarakat berhati-hati dengan modus kejahatan serupa.
"Harapannya sih buat yang mencari tenaga kerja lebih hati-hati aja dalam menyeleksi orang gitu karena sekarang modus kejahatan itu macam-macam gitu. Dan Polisi segera menangkap Polisi," pungkasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Genteng Polrestabes Surabaya Iptu Vian Wijaya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut guna menangkap pelakunya.
"Masih penyelidikan, mohon waktu ya," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com
(*)