TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Aktifis dan Konsultan Pendidikan Moh Syukron Aby mengatakan, tema Harkitnas tahun ini “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Menurutnya, ini relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
“Sekarang tantangannya bukan lagi penjajahan fisik, tetapi persaingan teknologi, hoaks, ketimpangan sosial dan kualitas SDM,” katanya, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Petani Jamur di Pasuruan Belum Merasakan Dampak Signifikan
Ia menilai generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan masa depan bangsa.
Namun, mereka juga masih menghadapi persoalan seperti mahalnya pendidikan, terbatasnya lapangan kerja hingga tekanan sosial di media digital.
Karena itu, Syukron menegaskan generasi muda tidak cukup hanya dibebani harapan.
Ia menilai, generasi muda juga harus mendapat dukungan nyata melalui pendidikan yang baik dan kesempatan kerja yang memadai.
“Anak muda Indonesia punya potensi besar. Tinggal bagaimana diberi ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurutnya, perbedaan suku, agama maupun pilihan politik tidak boleh menjadi pemicu perpecahan.
“Persatuan tidak cukup hanya slogan. Harus ada saling menghargai, keadilan sosial dan ruang dialog yang sehat,” tegasnya.
Syukron berharap Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa hari ini bukan hanya soal nasionalisme.
“Semoga ini menjadi sebuah kemampuan beradaptasi dan bersaing tanpa kehilangan nilai kemanusiaan,” terangnya.
Kalau keberagaman bisa dijaga sebagai kekuatan bersama, Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih maju dan berdaya saing.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)