Bupati Bangli Sedana Arta Bangun Infrastruktur, Menata Pariwisata dan Jaga Harmoni Tri Hita Karana
Anak Agung Seri Kusniarti May 20, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Nama Sang Nyoman Sedana Arta identik dengan semangat perubahan dan kebangkitan Kabupaten Bangli.

Bersama Wakil Bupati I Wayan Diar, ia memimpin Bangli sejak periode 2021–2025 dan kembali menerima amanah masyarakat Bangli untuk melanjutkan kepemimpinan periode 2025-2030.

Kepercayaan tersebut lahir dari kerja nyata dan visi pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Sedana Arta, Bangli bergerak menuju arah pembangunan yang lebih progresif melalui konsep “Bangli Era Baru” - sebuah semangat transformasi yang tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan alam, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.

Sejak awal kepemimpinannya pada 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli mulai menggencarkan pembangunan di berbagai sektor strategis. Melalui arah kebijakan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bangli 2021–2026, pembangunan difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga penataan pariwisata berkelanjutan.

Baca juga: TABRAK Lari, Mrs X Tewas Digilas 3 Mobil, Pejalan Kaki Jadi Korban Kecelakaan di Jalan Imam Bonjol!

Baca juga: BULLY Berujung Maut, Motif Sakit Hati 4 Pelaku Pembunuhan di Cabe Darmasaba Akui Habisi Rekannya!

Pembangunan jalan kabupaten, jaringan irigasi, sanitasi, hingga penataan kawasan perkotaan dilakukan secara bertahap guna membuka akses ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Infrastruktur tidak lagi dipandang sekadar pembangunan fisik, melainkan pondasi utama dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan.

Salah satu program yang paling mendapat perhatian publik adalah penataan kawasan wisata Kintamani. Kawasan yang menjadi ikon pariwisata Bangli tersebut ditata lebih tertib, nyaman, dan estetis dengan tetap mengedepankan konsep pariwisata berbasis budaya dan lingkungan sesuai filosofi Tri Hita Karana - harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Penataan pedestrian, penerangan jalan, hingga revitalisasi fasilitas publik di kawasan wisata dilakukan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkualitas tanpa menghilangkan karakter alami Kintamani sebagai kawasan geopark dunia.

Tak hanya kawasan wisata, wajah pusat Kota Bangli juga terus dipercantik. Pemerintah daerah membangun ruang-ruang publik yang lebih representatif, memperbaiki akses jalan, serta merevitalisasi berbagai fasilitas umum guna mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Di bidang olahraga, Bangli mulai menorehkan langkah besar melalui pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) atau Sport Center yang diproyeksikan menjadi pusat olahraga terbesar di kabupaten tersebut.

Proyek yang mulai digarap sejak 2024 itu diawali dengan penataan lahan, pembangunan lapangan sepak bola, serta lintasan atletik dengan anggaran tahap awal sekitar Rp 30 miliar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Bangli yang sehat, berprestasi, dan kompetitif.

Komitmen terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat juga terlihat pada sektor kesehatan. Pemerintah Kabupaten Bangli terus mengembangkan fasilitas RSU Bangli guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, modern, dan mudah dijangkau masyarakat. Pengembangan dilakukan secara bertahap melalui dukungan APBD dan penguatan sarana penunjang kesehatan.

Di era kepemimpinan Sedana Arta, Bangli juga menghadirkan ruang publik yang menjadi kebanggaan masyarakat, yakni Alun-Alun Bangli. Kawasan ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi keluarga, tetapi juga simbol wajah baru kota yang lebih hidup dan inklusif. Dilengkapi taman bermain anak dan skate park berstandar, alun-alun tersebut bahkan kerap menjadi lokasi berbagai kompetisi dan aktivitas kreatif anak muda.

Transformasi juga menyentuh berbagai fasilitas pemerintahan dan budaya. Revitalisasi Gedung DPRD Bangli, renovasi Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB), penataan kantor pemerintahan di Kelurahan Kubu, hingga pembangunan Bale Kambang dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan kenyamanan pelayanan publik.

Selain itu, revitalisasi Pasar Singamandhawa turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Penataan pasar dilakukan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat sekaligus mempercantik wajah kota agar lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Tak berhenti pada pembangunan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Bangli juga mulai menata arah pembangunan masa depan melalui penetapan RTRW Kabupaten Bangli 2023–2043. Regulasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan tata ruang, kawasan pertanian, lingkungan hidup, budaya, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Dalam berbagai kesempatan, Sedana Arta menegaskan bahwa pembangunan Bangli tidak boleh kehilangan akar budaya dan kelestarian alamnya. Baginya, kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai lokal yang menjadi identitas masyarakat Bangli.

“Pembangunan bukan sekadar membangun fisik, tetapi bagaimana menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat tanpa merusak alam dan budaya yang diwariskan leluhur,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam kepemimpinannya.

Perlahan namun pasti, wajah Kabupaten Bangli kini mulai berubah. Infrastruktur semakin tertata, fasilitas publik berkembang, kawasan wisata dibenahi, dan pelayanan masyarakat terus meningkat. Di tangan Sang Nyoman Sedana Arta, Bangli bergerak menuju daerah yang modern, maju, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri budaya serta kearifan lokalnya. (adv/weg)

Gali Pendapatan di Sektor Pariwisata Tanpa Merusak Alam

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli memilih kebijakan yang berbeda di sektor pariwisata. Sebagai daerah yang dikenal memiliki bentang alam hijau dan menjadi “paru-paru Bali”, Bangli berupaya meningkatkan pendapatan daerah tanpa mengorbankan kelestarian lingkungannya.

Kawasan Gunung Batur dan Danau Batur di Kintamani selama ini menjadi magnet utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun di balik besarnya potensi tersebut, Bangli menghadapi tantangan besar dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tetap menjaga kelestarian kawasan hijau.

Di bawah kepemimpinan Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, Pemkab Bangli tidak memilih pembangunan pariwisata yang masif dan eksploitatif. Bangli justru mengedepankan konsep pariwisata berkelanjutan yang berbasis pelestarian alam dan budaya.

Tidak adanya kawasan perhotelan dan vila skala besar membuat PAD Bangli relatif lebih kecil dibandingkan daerah lain seperti Denpasar maupun Badung. Bahkan total PAD Bangli selama ini masih berada di bawah Rp 300 miliar. Kondisi tersebut membuat Bangli cukup bergantung pada bantuan keuangan dari daerah lain untuk mendukung pembangunan.

Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah pemerintah daerah untuk terus berinovasi. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah penerapan digitalisasi retribusi masuk kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Kintamani.

Melalui sistem digital tersebut, setiap wisatawan yang menikmati panorama Kintamani dikenakan retribusi sesuai kategori. Wisatawan domestik dewasa dikenakan tarif Rp 25 ribu dan anak-anak Rp 15 ribu. Sementara wisatawan mancanegara dikenakan Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 30 ribu bagi anak-anak.

Pendapatan dari retribusi tersebut kemudian dikembalikan untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata, mulai dari penerangan jalan, penataan pedestrian, kebersihan kawasan, hingga perbaikan infrastruktur yang rusak akibat cuaca ekstrem.

Retribusi DTW Kintamani kini menjadi salah satu sumber PAD strategis bagi Bangli. Pada tahun 2025, sektor ini ditargetkan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp28 miliar. Langkah tersebut menunjukkan pembangunan ekonomi dan pelestarian alam bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. 

Di tangan kepemimpinan yang visioner, Bangli mencoba membuktikan bahwa kemajuan dapat diraih tanpa kehilangan keseimbangan lingkungan dan budaya. Dengan semangat Tri Hita Karana, Bangli perlahan menata diri menjadi daerah yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga bijak dalam menjaga warisan alamnya untuk generasi mendatang. (adv/weg)

Sedana Arta Meletakkan Fondasi di Sektor Pendidikan

Di bawah kepemimpinan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, sektor pendidikan di Kabupaten Bangli menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang periode 2021–2026.

Berbagai kebijakan strategis dijalankan untuk memperkuat pondasi sumber daya manusia, mulai dari pembangunan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga penguatan inovasi berbasis teknologi.

Salah satu langkah besar yang menjadi perhatian adalah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli memberikan dukungan hibah lahan sekitar lima hektare untuk pembangunan kampus Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa di Bangli.

Lahan tersebut diproyeksikan untuk pengembangan kampus dan pendirian Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), yang diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul dan meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Bangli.

Selain itu, Pemkab Bangli terus memperkuat sarana pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga lembaga pelatihan kerja. Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu fokus pembangunan, terutama untuk memastikan kualitas layanan pendidikan dapat dirasakan hingga pelosok desa.

Perbaikan tata kelola pendidikan turut menjadi perhatian serius. Pada awal 2026, hampir seluruh kepala sekolah di Bangli telah berstatus definitif.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan kepemimpinan sekolah ke depan, Pemkab Bangli menyiapkan anggaran Diklat Calon Kepala Sekolah sebanyak 60 orang dalam APBD Perubahan 2026. 

Upaya peningkatan kualitas SDM pendidikan sebenarnya telah dimulai sejak 2021 melalui program Diklat Calon Kepala Sekolah (Cakep). Saat itu, sebanyak 44 guru mengikuti pelatihan sebagai bagian dari penguatan profesionalisme guru dan manajemen pendidikan di Bangli.

Prestasi tenaga pendidik Bangli juga mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Pada 2021, pengawas sekolah asal Bangli, AA Ketut Jelantik, meraih Juara I Inovasi Pendidikan Provinsi Bali melalui pemanfaatan aplikasi digital untuk pembinaan sekolah selama masa pandemi COVID-19.

Capaian tersebut menunjukkan kemampuan insan pendidikan Bangli beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan pendidikan modern.

Kemajuan Bangli juga tercermin dari lonjakan Indeks Inovasi Daerah (IID). Dari peringkat 260 nasional pada 2022, Bangli melesat ke posisi 45 nasional pada 2025 dan menjadi kabupaten terbaik di Bali dalam klaster inovasi daerah.

Sektor pendidikan disebut menjadi salah satu faktor utama melalui pengembangan inovasi pembelajaran dan tata kelola sekolah.

Komitmen terhadap dunia pendidikan kembali ditegaskan Sang Nyoman Sedana Arta pada 2026 dengan memberi perhatian terhadap kesejahteraan guru sekaligus mendorong kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas SDM Bangli.

Di tengah tantangan pascapandemi COVID-19, pemerintah daerah juga terus menjaga Angka Partisipasi Sekolah (APS) melalui berbagai intervensi pendidikan dasar dan menengah guna menekan angka putus sekolah.

Sejumlah sekolah di Bangli juga terus mencetak prestasi akademik dan manajemen pendidikan, termasuk SMAN 1 Bangli yang konsisten meraih prestasi siswa di tingkat provinsi maupun nasional. 

Secara umum, periode 2021–2026 menjadi fase penting bagi Kabupaten Bangli dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui pembangunan fasilitas, peningkatan mutu guru, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan inovasi daerah berbasis pendidikan. (adv/weg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.