- Dilaporkan Iran menyatakan kesiapannya menghadapi kemungkinan perang fase kedua dengan AS-Israel.
Bahkan, Teheran disebut memiliki 'kartu baru' yang dengan mudah bisa memberikan dampak besar terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Juru Bicara Kementerian luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyatakan, pejuangnya tak takut melawan AS.
Menurutnya, Iran terus mengerahkan seluruh kemampuan untuk menghadapi skenario apa pun dari lawan.
Dilaporkan, Iran sudah menyiapkan strategi baru jika perang fase kedua pecah.
Yakni, Iran menyiapkan ratusan rudal untuk menyerang infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Target itu meliputi jalur pipa minyak hingga fasilitas energi penting yang selama ini menjadi penopang ekonomi global.
Langkah ini dilakukan sebagai respons Iran terhadap dugaan keterlibatan diam-diam sejumlah negara Teluk dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Iran menganggap dukungan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan negaranya.
Lebih lanjut, Iran juga mempertimbangkan membuka “front maritim kedua” di Selat Bab el-Mandeb, Yaman.
Jika skenario ini terwujud, Iran akan mampu menguasai dua jalur perdagangan energi dunia secara bersamaan.
Yakni, Selat Hormuz di Timur dan Bab el-Mandeb di Barat yang secara teknis akan melipatgandakan tekanan ekonomi terhadap Presiden Trump.
Penguasaan di dua titik tersebut diperkirakan dapat memicu lonjakan harga minyak dunia dan tekanan ekonomi global.
Lantas, 'strategi baru' ini juga disebut menjadi salah satu alasan Presiden Donald Trump menunda rencana serangan besar pada 19 Mei 2026.