- Situasi di perbatasan Lebanon-Israel kembali memanas meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat resmi diperpanjang selama 45 hari.
Kelompok Hizbullah mengklaim telah meluncurkan sedikitnya 14 serangan terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan pada Senin (18/5/2026), menggunakan drone peledak, roket, hingga artileri berat.
Serangan-serangan tersebut menargetkan konsentrasi tentara Israel dan kendaraan militer di sejumlah wilayah perbatasan Lebanon selatan.
Di saat bersamaan, serangan udara Israel terus menggempur berbagai wilayah Lebanon dan menewaskan sedikitnya tujuh orang dalam sehari.
Al Jazeera melaporkan, eskalasi terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah pejabat Lebanon dan Israel menggelar pembicaraan di Washington DC yang menghasilkan kesepakatan memperpanjang gencatan senjata hingga 45 hari lagi.
Namun di lapangan, situasi justru semakin memburuk.(*)