Trump Ancam Serang Iran dalam 2-3 Hari Jika Negosiasi Gagal, Timur Tengah Siaga Penuh
Okwida Kris Imawan Indra Cahaya May 20, 2026 11:57 PM

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyatakan Washington bisa saja melancarkan serangan militer baru dalam beberapa hari ke depan jika upaya diplomasi dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih pada Selasa, sehari setelah ia mengungkapkan dirinya sempat membatalkan serangan besar terhadap Iran pada menit-menit terakhir demi memberi ruang bagi proses negosiasi.

Trump mengatakan dirinya “hanya tinggal satu jam lagi” sebelum menyetujui operasi militer baru terhadap Iran.

Namun, keputusan itu ditunda setelah adanya komunikasi dari para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar yang meyakinkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka.

"Saya hanya tinggal satu jam lagi sebelum mengambil keputusan untuk menyerang (Iran) hari ini," ujar Trump kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

“Saya harap kita tidak perlu berperang lagi, tetapi mungkin kami harus memberikan pukulan besar lainnya kepada mereka. Saya belum yakin,” lanjutnya.

Ia juga menyebut telah menetapkan tenggat waktu yang sangat terbatas bagi Iran untuk mencapai kesepakatan baru dengan Amerika Serikat.

“Mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau awal minggu depan. Jangka waktunya terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” katanya.

Terkait proses negosiasi, Presiden AS mengatakan Iran memohon untuk mencapai kesepakatan.

"Anda tahu bagaimana rasanya bernegosiasi dengan negara yang Anda kalahkan dengan telak. Mereka datang ke meja perundingan, memohon untuk membuat kesepakatan," ujar Trump.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.