SMAN 1 Kota Bogor dan SMKN 3 Kota Bogor Jadi Sekolah Maung, Pendaftaran Dimulai Tanggal 25 Mei 2026
Vivi Febrianti May 21, 2026 12:04 AM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - SMA Negeri 1 dan SMKN 3 Kota Bogor dipilih menjadi Sekolah Maung atau Manusia Unggul program gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Proses pendaftaran siswa baru dimulai dari tanggal 25-29 Mei 2026 mendatang.

Tidak ada sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru di Sekolah Maung ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur mengatakan, DPRD Kota Bogor sudah berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan program tersebut.

Terdapat empat jalur dalam penerimaan Sekolah Maung, yakni potensi akademik, prestasi akademik, akademik berbasis sertifikat, dan non-akademik.

"Empat kriteria ini punya proporsi sendiri-sendiri. Potensi akademik itu dari IQ 10 persen, lalu 50 persen dari prestasi akademik, 20 persen akademik berbasis sertifikat, dan 20 persen dari non-akademik," kata Fajar dalam keterangannya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan, setiap jalur memiliki bobot penilaian berbeda. 

Untuk jalur potensi akademik dan prestasi akademik, komposisinya terdiri dari 40 persen nilai rapor dan 60 persen Tes Kemampuan Akademik (TKA).

'Sementara akademik berbasis sertifikat itu 40 persen TKA dan 60 persen sertifikat. Kalau non-akademik, TKA-nya 40 persen dan sertifikatnya 60 persen," jelasnya.

Menurut Fajar, pendaftaran Sekolah Maung akan dibuka pada 25, 26, 28, dan 29 Mei 2026. 

Sedangkan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 8 Juni 2026.

Ketika anak tersebut tidak masuk ke Sekolah Maung, tanggal 8 Juni sudah dipetakan otomatis. 

“Jadi anak tersebut masih bisa mengikuti pendaftaran sekolah reguler, tapi waktunya hanya satu hari sampai jam 23.59 WIB," ucapnya.

Ia mengingatkan agar proses tersebut dipersiapkan secara matang karena waktu yang sangat singkat berpotensi menimbulkan kepadatan pendaftaran.

"Kami di DPRD mengingatkan terkait tenggang waktu yang sangat singkat ini benar-benar harus disiapkan secara matang, karena posisinya bisa jadi chaos," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.