5 WNI Diculik Militer Israel saat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Menteri HAM Natalius Pigai Buka Suara
Dharma Aji Yudhaningrat May 21, 2026 12:42 AM

- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mengecam tentara Israel yang menculik warga negara Indonesia (WNI) saat ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina. 

“Kami sudah sampaikan, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sudah menyampaikan kecam,” kata Pigai saat diwawancara di kawasan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (20/05/2026).

Pigai mengakui pihaknya tidak punya jalur diplomatik langsung ke Israel. 

Maka dari itu semua proses termasuk kecaman disampaikan melalui Kemenlu.

“Kalau ada negara yang memiliki hubungan diplomatik baru terjadi peristiwa itu di wilayahnya, mungkin kami sudah lakukan dengan berbagai instrumen yang ada,” jelas dia.

Sehingga saat ini Kementerian HAM memilih menggunakan instrumen mekanisme perlindungan internasional terhadap para WNI yang diculik.

“Kami kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk di mana Kementerian Luar Negeri berada di frontliner untuk menggerakkan instrumen internasional dan sudah jalan,” tegasnya.

Kemenlu menyebut terdapat sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam GPCI dan mengikuti pelayaran menuju Gaza dalam misi kemanusiaan.

“Berdasarkan informasi per pagi ini, dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI yang tergabung dalam misi GSF 2.0, sebanyak 5 WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel di sekitar Perairan Siprus atau Mediterania Timur. Sementara itu, 4 WNI lainnya yang berada di 2 kapal berbeda diketahui masih berlayar di sekitar Perairan Siprus,” kata Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang dalam keterangannya, Selasa (19/05/2026).

Berdasarkan informasi GPCI, WNI yang ditangkap adalah jurnalis dan aktivis. 

Aktivis yang ditangkap adalah Andi Angga Prasadewa yang menaiki kapal Josef.

Kemudian, tiga orang wartawan yang berada di kapal Ozgurluk yakni Thoudy Badai (Republika), Rahendro Herubowo (iNews), dan Andre Prasetyo Nugroho (TV Tempo). 

Selain itu, jurnalis Republika Bambang Noroyono atau Abeng berada di kapal berbeda, yakni BoraLize.

Adapun empat WNI lain yang masih melanjutkan pelayaran adalah Hendro, As’ad, Herman, dan Ronggo. Mereka berada di kapal Karsi, Sadabat, dan Zefiro. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.