TRIBUNTRENDS.COM - Kebohongan di balik kasus pembakaran mobil milik istri Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal sebagai Hoho Alkaf, akhirnya mulai terungkap.
Pelaku berinisial RP sebelumnya sempat memberikan alasan berbeda kepada polisi terkait aksi nekat yang dilakukannya tersebut.
Di hadapan penyidik, RP mengaku membakar mobil karena dilatarbelakangi dendam pribadi terhadap korban.
Ia mengklaim merasa kesal lantaran korban kerap memperlihatkan gaya hidup mewah melalui media sosial.
Selain itu, RP juga menyebut dirinya kecewa karena pernah mengalami keterlambatan pembayaran upah saat bekerja sebagai sopir dump truk.
Baca juga: Kades Hoho Alkaf Tak Percaya Pembakar Mobilnya Cuma Dendam, Duga Ada Dalang: Orang yang Memukul Saya
Namun pernyataan tersebut dibantah langsung oleh Kades Hoho Alkaf yang menegaskan pelaku tidak pernah bekerja di tempatnya.
Fakta itu pun membuat pengakuan tersangka mulai dipertanyakan oleh pihak kepolisian.
Kasatreskrim Polres Banjarnegara, Iptu Ori Friliansa Utama, menyampaikan keterangan tersebut saat konferensi pers di Mapolres Banjarnegara.
Dalam keterangannya, polisi menyebut tersangka mengaku menyimpan rasa kecewa terhadap korban.
Kini aparat kepolisian masih terus mendalami motif sebenarnya di balik aksi pembakaran mobil yang sempat menghebohkan warga tersebut.
Ia mengalami keterlambatan pembayaran upah saat bekerja sebagai sopir dump truk.
"Tersangka juga tidak suka dengan perilaku Kades Hoho dalam bermedia sosial yang sering membuat konten TikTok yang selalu menampilkan kemewahan secara berlebihan di tengah ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik," kata Ori dikutip dari Tribun Banyumas, Selasa (19/5/2026).
Menanggapi hal itu, Kades Hoho pun membantah kalau dirinya pernah telat membayar karyawan.
Bahkan menurut Hoho, pelaku tidak pernah bekerja sebagai sopir di tempatnya.
"Tersangka pelaku pembakaran mobil saya mengaku ada dendam lama karena selalu telat bayar gajian pada saat menjadi sopir saya padahal dia belom pernah jadi sopir saya kan lucu sekali motifnya, saya tetap berharap UNGKAP DAN TANGKAP DALANGNYA YANG PERINTAH..!!!!!," tulis Hoho di akun TikTok pribadinya, @hohoalkaf058, Rabu (21/5/2026).
Ia kemudian memposting video tanya jawab dengan karyawannya soal pembayaran gaji.
"Oke bray, kita tanya nih. Ini bukan sopir tapi karyawan gue. Jadi kerja itu saya itu lama juga ini. Kita tanya nih," kata Hoho sambil menghampiri pegawainya.
Terlihat ada pegawainya yang sedang duduk bersantai.
Baca juga: Bakar Mobil Kades Hoho Alkaf, Pelaku Benci Korban Kerap Pamer Kemewahan, Jalan Kaki Lancarkan Aksi
"Pak Heri selama kerja ikut saya, saya pernah apa nggak ora bayar?," tanya Hoho.
"Dibayar terus, setiap Sabtu. Paling telat-telat satu hari, kalau Pak Kades pergi," ucap Heri.
"Hari Minggu ya? Terus kalau butuh duit dikasih gak? Apa pelit lurahnya?," tanya Hoho lagi.
"Dikasih," jawab Heri sambil tertawa.
Menurut Hoho, pelaku tidak pernah bekerja sebagai sopir di tempatnya.
Ia juga menyebut kalau motif pelaku itu tak masuk akal.
"Itu ya, jadi kita itu orang pada betah itu saya. Lha wong katung pernah jadi supir saya kok ngomong kalau dendam lama karena kerja gak dibayar," katanya.
Hoho menduga ada dalang di balik pembakaran mobil tersebut.
"Itu tetap cari lah dalangnya yang nyuruh katung. Gak lucu motif kayak gitu. Kita cari lah, sopir siapa, operator saya banyak. Kita tanya satu-satu, ada gak yang pernah sangkutan duit sampai nangis2 gak dibayar gaji, telat-telat gak dibayar gaji," tuturnya.
"Terus kalau dia dendam, kenapa gak dari 2015? Kenapa harus nunggu 2026? Ini lucu sekali," kata Hoho lagi.
(TribunTrends/TribunBogor)