PBB (ANTARA) - Duta Besar China untuk PBB pada Selasa (19/5) memperingatkan terhadap peningkatan konflik di wilayah Teluk.

China menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas serangan drone di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di Uni Emirat Arab.

Tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab ini telah menjadi peringatan bagi komunitas internasional, ujar Perwakilan Tetap China untuk PBB Fu Cong.

"Selama konflik bersenjata terus berlanjut, risiko keselamatan yang ditimbulkannya terhadap fasilitas nuklir regional akan tetap ada," ujarnya memperingatkan.

Perang yang terjadi saat ini di Timur Tengah bermula dari serangan militer ilegal yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Hal ini seharusnya tidak pernah terjadi sejak awal.

Untuk itu, perlu didorong upaya menemukan solusi secepatnya terhadap situasi ini tidak hanya menguntungkan AS dan Iran, tetapi juga negara-negara regional dan seluruh dunia, ungkap Fu kepada Dewan Keamanan PBB.

Meski gencatan senjata telah berlaku, risiko eskalasi masih tetap ada. Komunitas internasional harus mengirimkan pesan tegas yang menentang segala tindakan yang merusak gencatan senjata atau meningkatkan konfrontasi, tambahnya.

Mengingat cara-cara militer tidak menawarkan jalan keluar, dialog dan negosiasi merupakan satu-satunya jalan yang benar ke depan, ujar Fu.

"China memuji Pakistan atas upaya mediasinya, dan mendukung semua pihak untuk mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng sesegera mungkin," imbuhnya.

Situasi di Selat Hormuz merupakan dampak limpahan dari konflik tersebut, tuturnya.

"China menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz sesegera mungkin berdasarkan gencatan senjata yang berkelanjutan, dan meyakini bahwa solusi mendasar untuk kebuntuan di selat itu terletak pada tercapainya gencatan senjata yang permanen dan menyeluruh," tambahnya.

Sejak pecahnya konflik, China telah secara aktif berupaya untuk mengakhiri permusuhan dan mendorong perdamaian.

China akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memainkan peran konstruktif guna mengakhiri permusuhan secepatnya serta memulihkan perdamaian dan pembangunan di Timur Tengah, ungkap Fu.