Nasib Apes Maarten Paes, Ajax Terancam Absen dari Kompetisi Eropa untuk Pertama Kali sejak 1991
Dwi Setiawan May 21, 2026 07:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Nasib tragis harus dialami oleh klub yang dibela Maarten Paes, yakni Ajax setelah gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa lewat jalur klasemen Eredivisie musim 2025/2026.

Kini, raksasa Belanda tersebut harus menempuh jalur play-off demi menyelamatkan musim mereka dan menjaga tradisi panjang tampil di kompetisi antarklub Eropa.

Ajax harus tampil di babak play-off Liga Konferensi Eropa karena hanya finis di posisi kelima klasemen akhir Eredivisie Belanda.

Posisi tersebut tidak memberikan jatah lolos otomatis ke kompetisi Eropa seperti Liga Champions atau Liga Eropa sehingga mereka harus bersaing melalui jalur play-off domestik.

DEBUT - Kiper, Timnas Indonesia, Maarten Paes menjalani debut dengan Ajax Amsterdam di Amsterdam ArenA pada Minggu (22/2/2026). Ia kebobolan satu gol saat melawan NEC Nijmegen. (Instagram Ajax Amsterdam)

Pada babak play-off, Ajax dijadwalkan menghadapi FC Groningen pada Kamis (21/5/2026) pukul 23.45 WIB.

Jika berhasil lolos, Ajax masih harus menjalani satu laga final melawan pemenang duel antara FC Utrecht kontra SC Heerenveen demi memperebutkan tiket ke Liga Konferensi Eropa musim depan.

Situasi ini terasa sangat ironis bagi klub sebesar Ajax. Sebab, mereka belum pernah absen dari kompetisi Eropa sejak 1991, seperti dilaporkan Get Football News Bene.

Baca juga: Kisah Ajaib China di Piala Asia U17 2026: Dinodai Timnas Indonesia, Tantang Jepang di Final

Apesnya, rekor minor tersebut berpotensi terulang saat Maarten Paes membela Ajax.

Seperti diketahui, Paes didatangkan dari FC Dallas pada Februari 2026 dengan nilai transfer sekitar Rp26 miliar dan kontrak hingga 2029, dikutip dari Transfermarkt.

Penampilan Paes sejauh ini sebenarnya cukup mengesankan. Dari 11 pertandingan, ia berhasil mencatatkan lima clean sheet dengan total 11 kebobolan.

Meski begitu, performa Paes masih belum cukup untuk menyelamatkan Ajax dari situasi sulit.

Yang membuat keadaan semakin buruk, Ajax bahkan tidak bisa bermain di stadion kandang mereka sendiri.

Johan Cruyff Arena sedang digunakan untuk konser Harry Styles sehingga Ajax terpaksa memainkan laga play-off di Volendam.

Stadion tersebut juga dijadwalkan menjadi venue laga play-off promosi/degradasi Eredivisie antara Willem II dan FC Volendam.

Kondisi ini membuat Ajax kehilangan keuntungan bermain di kandang sendiri pada momen paling krusial musim ini.

Padahal sebelumnya, Ajax sempat tampil menjanjikan bersama pelatih Francesco Farioli.

Musim lalu, Farioli bahkan membawa Ajax bersaing dalam perebutan gelar Eredivisie. Namun, sang pelatih kini telah hengkang dan justru sukses membawa FC Porto menjadi juara Liga Portugal.

Sementara itu, Ajax kembali terpuruk dan menghadapi ancaman gagal tampil di Eropa.

Menariknya, dalam dua pertemuan musim ini Ajax dan Groningen sama-sama saling mengalahkan di kandang masing-masing.

Namun kali ini, Ajax harus menjalani laga “kandang” di tempat netral, sesuatu yang bisa menjadi kerugian besar dalam duel hidup mati tersebut.

Jika gagal lolos ke kompetisi Eropa, Ajax diprediksi akan melakukan perubahan besar pada bursa transfer musim panas nanti.

Beberapa pemain inti berpotensi hengkang dan restrukturisasi skuad hampir pasti dilakukan demi menyelamatkan masa depan klub.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.