Meskipun Erling Haaland tampil penuh semangat, Manchester City harus merelakan gelar Liga Inggris jatuh ke tangan Arsenal setelah bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth pada Selasa. Tim tamu datang ke Stadion Vitality dengan harapan bisa memangkas jarak menjadi dua poin dari The Gunners menjelang laga terakhir pada Minggu, sekaligus memberi kesempatan bagi Pep Guardiola untuk merebut trofi Liga Inggris untuk ketujuh kalinya sebelum mundur dari kursi pelatih.
Namun, City terlihat tidak nyaman sepanjang pertandingan. Mungkin mereka terganggu dengan hiruk pikuk media setelah kabar bahwa pelatih asal Katalunya itu akan mengakhiri masa jabatannya selama 10 tahun di Etihad, atau kelelahan karena kemenangan mereka di final Piala FA atas Chelsea pada Sabtu sebelumnya. Apa pun alasannya, City tampil jauh di bawah standar di babak pertama dan tertinggal lewat gol spektakuler dari Eli Junior Kroupi enam menit sebelum jeda.
Guardiola mencoba mengubah keadaan tak lama setelah babak kedua dimulai dengan menarik keluar Antoine Semenyo—yang tampil buruk dalam laga melawan mantan klubnya—serta Bernardo Silva yang tampil mengecewakan dan Mateo Kovacic yang juga tampil di bawah standar. Namun, pergantian tersebut tidak membawa dampak positif bagi permainan City.
Faktanya, Bournemouth seharusnya bisa meraih tiga poin penuh, tetapi tim asuhan Andoni Iraola yang sedang memburu tiket Liga Champions itu gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas. Haaland kemudian menyelamatkan City dari kekalahan lewat gol indah di masa tambahan waktu setelah kemelut di depan gawang.
Tentu saja, usaha itu datang terlambat bagi City, yang kini menghadapi masa depan tak menentu tanpa salah satu pelatih paling berpengaruh dan sukses dalam sejarah sepak bola modern.
Berikut penilaian GOAL untuk para pemain City pada malam mengecewakan di Stadion Vitality...
Kiper & Pertahanan
Gigi Donnarumma (7/10):
Tidak bergerak saat Kroupi mencetak gol, tetapi penjaga gawang asal Italia ini membuat beberapa penyelamatan penting yang menjaga City tetap dalam permainan.
Matheus Nunes (4/10):
Bournemouth jelas menargetkan bek kanan darurat ini sebagai titik lemah pertahanan City, dan tak heran jika gol pembuka datang dari sisi yang dijaganya.
Abdukodir Khusanov (5/10):
Bek tengah asal Uzbekistan ini menjadi salah satu alasan mengapa pertahanan City tampak rapuh, karena posisinya sering kali tidak tepat.
Marc Guehi (5/10):
Bukan malam terbaik bagi mantan pemain Crystal Palace ini, yang kalah dalam terlalu banyak duel satu lawan satu.
Nico O'Reilly (5/10):
Tidak tampil meyakinkan di lini belakang dan juga gagal memanfaatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan di awal babak kedua setelah umpan matang dari Haaland.
Gelandang
Rodri (7/10):
Tampil dominan di awal pertandingan dengan operan akuratnya yang menciptakan beberapa peluang bagus bagi City, bahkan sempat mengenai tiang sebelum Haaland mencetak gol penyeimbang. Namun, gelandang Spanyol ini tidak berada dalam performa terbaiknya ketika pertahanan timnya berulang kali ditembus serangan balik cepat Bournemouth.
Mateo Kovacic (3/10):
Tampilan yang sangat tidak efektif dari pemain Kroasia ini, nyaris tanpa kontribusi baik dalam bertahan maupun menyerang. Wajar jika ia ditarik keluar 10 menit setelah babak kedua dimulai.
Bernardo Silva (4/10):
Biasanya menjadi sosok penting di lini tengah City, terutama pada pertandingan besar, tetapi pemain asal Portugal ini gagal menemukan ritmenya dan digantikan sebelum menit ke-60.
Penyerang
Antoine Semenyo (5/10):
Sempat menciptakan peluang apik untuk Doku dengan aksi individual di sisi sayap dan mencetak gol yang kemudian dianulir karena offside. Namun, performa heroiknya di Wembley tampak membuatnya kelelahan, dan ia ditarik keluar tak lama setelah babak kedua dimulai.
Erling Haaland (8/10):
Memberikan umpan terobosan brilian kepada Semenyo yang gagal dimanfaatkan karena posisi offside, serta menciptakan peluang lain yang disia-siakan oleh O'Reilly. Sayangnya, City baru memberinya peluang nyata di masa tambahan waktu—dan seperti biasa, Haaland memanfaatkannya dengan sempurna.
Jeremy Doku (5/10):
Menciptakan ruang dengan gerakan indah di tepi kotak penalti namun tembakannya lemah dan mudah diamankan Petrovic. Sering mendapatkan bola setelah itu, tetapi gagal membuat perbedaan, dan pemain yang sebelumnya menjadi kunci dalam perjuangan City mempertahankan harapan gelar ini akhirnya diganti pada menit ke-75.
Pemain Pengganti & Pelatih
Rayan Cherki (5/10):
Mungkin seharusnya menjadi starter, tetapi pemain asal Prancis ini gagal mengubah jalannya pertandingan meski diberi waktu lebih dari 30 menit untuk tampil.
Phil Foden (5/10):
Menunjukkan kilasan permainan terbaiknya seperti saat melawan Palace pekan lalu, namun kali ini gagal menghadirkan keajaiban yang dibutuhkan City dari bangku cadangan.
Savinho (5/10):
Masuk menggantikan Semenyo di sayap, tetapi juga tidak memberikan dampak berarti.
Omar Marmoush (N/A):
Baru dimainkan menggantikan Doku pada 15 menit terakhir.
Pep Guardiola (4/10):
Malam yang kelam bagi pelatih yang akan segera meninggalkan tim ini. Keputusannya menurunkan Kovacic sejak awal alih-alih Cherki terbukti tidak berhasil. Guardiola memang berani melakukan banyak perubahan di babak kedua, tetapi kali ini tak ada satu pun yang berjalan sesuai harapan. Akhir yang lesu untuk upaya terakhirnya merebut gelar Liga Inggris.