TRIBUNTRENDS.COM - Andi Angga Prasadewa menjadi salah satu relawan kemanusiaan asal Indonesia yang ditahan militer Israel saat menjalankan misi bantuan menuju Jalur Gaza. Sebelum kabar penahanan itu muncul, sang ayah ternyata sempat memberikan pesan khusus kepada putranya.
Andi Angga diketahui tergabung dalam misi pelayaran internasional Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Kapal yang ditumpanginya dilaporkan diadang dan diambil alih militer Israel di wilayah perairan Mediterania Timur.
Relawan asal Luwu, Sulawesi Selatan, itu ditahan bersama delapan WNI lainnya saat menjalankan misi kemanusiaan laut menuju Gaza.
Kabar penahanan Andi Angga membuat suasana duka menyelimuti keluarga di kampung halamannya di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu.
Sang ayah, Andi Hamzah, mengaku pertama kali mengetahui kabar tersebut dari anak keduanya saat hendak menunaikan salat magrib.
“Jadi saya tahu sejak Senin (18/5/2026) sore, saya mau shalat maghrib, pas mau pergi berwudhu tiba-tiba ada telepon dari anak saya yang kedua menanyakan apakah saya sudah tahu kalau Angga juga ada di Gaza,” kata Andi Hamzah.
Menurutnya, Andi Angga memang sudah lama aktif di berbagai kegiatan kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, putranya disebut telah meminta izin kepada keluarga sejak tahun lalu untuk ikut misi kemanusiaan ke Gaza.
Baca juga: Isi Surat Israel saat Ngadu ke UNICEF Soal Rudal Iran Tewaskan Anak-anak, Gaza Lebih Dulu Mengalami
“Dia memang suka kegiatan seperti itu. Bukan hanya ke Gaza, sebelumnya juga ikut aksi kemanusiaan di Aceh dan beberapa daerah lainnya,” ucapnya.
Meski khawatir, keluarga tetap mendukung langkah Andi Angga karena dianggap sebagai perjuangan kemanusiaan.
“Kalau dukungan, siapa orang tua yang tidak mendukung untuk kebaikan. Itu urusan dirinya dengan Allah,” ujarnya.
Komunikasi terakhir ayah dan anak itu terjadi pada Minggu (17/5/2026) malam melalui pesan WhatsApp. Saat itu, Andi Hamzah memberikan pesan agar putranya tetap kuat menjalankan misi kemanusiaan.
“Saya sempat WhatsApp bahwa perkara ini adalah perkara mulia, jadi jangan kamu takut. Jangan ada rasa takut nak, Allah bersamamu, demi misi kemanusiaan saya bangga denganmu,” tutur Andi Hamzah dengan mata berkaca-kaca.
Setelah pesan tersebut dikirim, komunikasi dengan Andi Angga terputus. Keluarga pun mengaku tidak lagi bisa mengakses sejumlah video aktivitas Andi Angga dari telepon seluler.
Meski diliputi rasa sedih, pihak keluarga tetap berusaha tegar dan berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para relawan yang masih ditahan.
“Perasaan saya sedih, tapi juga bangga karena dia berjalan di jalan kemanusiaan,” imbuhnya.
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya mengonfirmasi bahwa sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut telah ditangkap Israel. Pemerintah Indonesia disebut masih terus melakukan komunikasi untuk memastikan kondisi seluruh WNI dalam keadaan aman.(Tribuntrends.com/Grid.ID/Desy Kurniasari)