Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Pesawaran memastikan kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 dalam keadaan baik, sehat, dan layak untuk dikurbankan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah wilayah Bumi Andan Jejama untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular dan memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner.
Kepala Disnakbun Kabupaten Pesawaran, Arief Budiman, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan kesehatan hewan, baik sebelum maupun sesudah pemotongan kurban.
“Secara umum, kondisi kesehatan hewan kurban di Kabupaten Pesawaran baik dan layak dijadikan hewan kurban. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan bebas penyakit menular serta memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Kamis (21/5/2026).
Untuk mendukung pengawasan, Disnakbun menurunkan 62 petugas pemeriksa yang terbagi dalam lima tim.
Setiap tim terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, petugas dinas, serta petugas lapangan dari UPTD wilayah 1, 2, 3, dan UPTD Kesehatan Hewan Kabupaten Pesawaran.
Pemeriksaan berlangsung sejak 18 Mei hingga 2 Juni 2026 di 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran.
Hewan sapi, kambing, dan kerbau yang dinyatakan sehat akan diberikan kalung kartu sehat sebagai tanda lolos pemeriksaan, sedangkan hewan yang sakit akan dipisahkan untuk mendapatkan perawatan hingga pulih.
“Dengan tim yang diturunkan, diharapkan pemeriksaan dapat berjalan maksimal dan menjangkau seluruh lokasi penjualan maupun tempat pemotongan hewan kurban,” kata Arief.
Kabupaten Pesawaran memiliki sejumlah wilayah sentra peternakan yang menjadi pemasok utama hewan kurban masyarakat.
Kecamatan Negeri Katon tercatat memiliki populasi sapi terbanyak mencapai 10.686 ekor dan kambing sebanyak 11.598 ekor, diikuti Kecamatan Tegineneng dengan 7.173 ekor sapi dan 11.499 ekor kambing. Sementara Kecamatan Gedong Tataan memiliki 1.382 ekor sapi dan 11.558 ekor kambing.
Menjelang Iduladha, aktivitas penjualan hewan kurban di lapak pedagang juga meningkat.
Di salah satu kandang penjualan, dari 24 ekor sapi yang tersedia, 20 ekor telah terjual. Dari 40 ekor kambing, sebanyak 30 ekor sudah dibeli masyarakat.
Di kandang milik Puryono di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, penjualan hewan kurban juga meningkat.
Dari total 48 ekor sapi, 45 ekor telah terjual, sedangkan dari 40 ekor kambing, 25 ekor sudah dibeli.
Terkait harga, Arief menyebut nilai jual hewan kurban tahun ini bervariasi, tergantung jenis, ukuran, usia, dan kondisi kesehatan ternak.
Harga sapi berada pada kisaran Rp20 juta hingga Rp35 juta per ekor, sedangkan kambing dan domba dijual mulai Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per ekor.
“Harga masih dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan permintaan menjelang Hari Raya Iduladha,” ujarnya.
Arief juga mengimbau masyarakat lebih selektif dalam membeli hewan kurban dengan memastikan hewan telah diperiksa petugas berwenang.
Dinas berharap pelaksanaan kurban tahun ini berlangsung aman, sehat, dan tertib, serta menjamin produk hewan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)