Pelajar di Jogja Tewas Diduga Jadi Korban Klitih, Sempat Dikejar Pelaku hingga Ditusuk Dekat SMAN 3
Tim TribunTrends May 21, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan klitih kembali memakan korban jiwa di Yogyakarta. Seorang pelajar berinisial AA (17) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penyerangan oleh sekelompok pelaku bersenjata tajam pada Minggu (17/5/2026) dini hari.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Sebelum ditemukan dalam kondisi terluka parah, korban ternyata sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan pelaku saat berkendara bersama temannya.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara dari rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui awalnya berada di kawasan Jalan Magelang. Saat itu AA berboncengan dengan seorang temannya menggunakan sepeda motor.

Diduga menyadari dirinya dibuntuti, korban dan temannya kemudian memacu kendaraan menuju Simpang Pingit, melewati Simpang Samsat Yogyakarta, lalu melintas di Jalan Margo Utomo hingga area Kridosono.

ILUSTRASI KLITIH - Pelajar 17 Tahun Tewas usai Sempat Dikejar dan Ditusuk Pelaku.
ILUSTRASI KLITIH - Pelajar 17 Tahun Tewas usai Sempat Dikejar dan Ditusuk Pelaku. (Pixabay)

Pengejaran tersebut disebut berakhir di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta. Saat korban turun dari sepeda motor, pelaku diduga langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Baca juga: Gelar Sarjana Pendidikan, Afiful Daftar Manajer Kopdes, Belum Pernah jadi Pengajar: Gaji Guru Kurang

Usai insiden itu, teman korban berusaha membawa AA mencari pertolongan medis. Namun ketika melintas di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru, kondisi korban semakin melemah hingga akhirnya terjatuh dari kendaraan.

Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian membantu mengevakuasi korban menggunakan ambulans milik gereja terdekat menuju rumah sakit. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan meski sempat mendapat penanganan medis.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian mengatakan pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap kejadian tersebut. Polisi juga masih mencocokkan keterangan saksi dengan rekaman CCTV yang telah dikumpulkan.

"Ini kami sinkronkan keterangan saksi, belum bisa disimpulkan. Tapi ini street crime (kejahatan jalanan)," ujar Adrian, dikutip dari Kompas.com.

Ia menambahkan bahwa hingga kini penyidik masih terus memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman korban yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

"Untuk kronologi pastinya kami belum bisa menyampaikan, saat ini saya masih dengan saksi (teman korban) muter untuk cek rekaman CCTV dan minta keterangan saksi, keterangan masih berubah-ubah," jelasnya.

Kasus ini pun kembali memicu kekhawatiran masyarakat terkait maraknya aksi klitih di Yogyakarta, terutama yang menyasar pelajar dan pengendara motor pada malam hingga dini hari. Polisi masih memburu pelaku serta mendalami motif di balik aksi penyerangan tersebut.(Tribuntrends.com/Grid.ID/Ines Noviadzani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.