Renungan Katolik Kamis 21 Mei 2026, Disharmoni-Kehilangan Jalan Damai
Gordy Donovan May 21, 2026 11:47 AM

Oleh: Pastor Frans Banusu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Kamis 21 Mei 2026.

Tema renungan Katolik "Disharmoni-Kehilangan Jalan Damai".

Renungan katolik untuk hari Kamis Paskah VII, Perayaan fakultatif Beato Krispinus dari Viterbo, Biarawan, Santo Eugenius de Mazenod OMI, Uskup, Santo Godrikus, Pengaku Iman, Beato Herman Yosef, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Kamis 21 Mei 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 21 Mei 2026, Kita adalah Satu

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 22:30;23:6-11

Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka.

Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.”

Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu. Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.”

Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas.

Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mazmur 16:1-2a.5.7-8.9-10.11
Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Bait Pengantar Injil Yoh 17:21

Semoga mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Bacaan Injil Yohanes 17:20-26

"Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu."

supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik  

"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau..., (Yoh. 17:21).

Masyarakat modern produksi banyak masalah kemanusiaan dan merusak alam. Disharmoni relasi pun muncul baik dengan Tuhan, alam dan sesama. Dasar relasi yang baik dengan Tuhan menjadi landasan kokoh hubungan yang harmonis antar sesama dan alam ciptaan yang lain. Dosa menjadi media terciptanya dishamoni dalam relasi dengan Allah dan risikonya adalah manusia kehilangan jalan rekonsiliasi dengan sesamanya. Tampak sesaat terjalin relasi yang nyaman dengan orang lain tetapi itu relasi semu saja. Ketika ada hal-hal yang menjanggal sekali pun sepele saja perselisihan muncul, konflik horizontal tersulut api emosi dan permusuhan mulai terbangun. Kekhaosan besar dalam kebersamaan makin runyam. 

Tuhan Yesus, melalui Roh Kudus hadir dan mengetahui dengan teliti sikon kita, berdoa supaya kita bersatu. Dalam komunitas orang-orang beriman sejati ada interaksi bela rasa satu sama lain. Ketika persekutuan makin kuat dengan Tuhan, maka jurang lebar perpisahan dengan sesama dan alam dipersempit. Tuhan Yesus menjadi titik sentral persekutuan, baik dalam relasi Trinitas maupun relasi dalam persekutuan umat. Relasi harmoni iman yang sejati itu, Yesus nyatakan demikian, 'Aku di dalam mereka, dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu..., (Yoh. 17:23). Kepenuhan sejati hidup manusia yaitu bersatu dengan Allah dan Putra-Nya. Hidup saling menaruh belas kasih dan berbuat baik, hindari perselisihan, konflik dan permusuhan. 

Paulus rasul, menegaskan bahwa orang yang menyerukan kebenaran dan percaya pada kebenaran, Allah ada bersama dengan dia dan ia akan berani menghadapi segala tantangan dan rintangan. Dalam tugas perutusan Paulus berulang mengalami siksaan fisik  dan tantangan berat lainnya, namum jiwanya selalu bersukacita karena Allah, Roh Yesus ada dalam dirinya. Ia tetap fokus dan konsistensi bersaksi tentang Anak Allah Yesus Kristus yang wafat dan bangkit untuk menyelamatkan semua orang yang bertobat dan percaya kepada-Nya. Karena keteguhan imannya dalam menjaga relasi yang tak goyah dengan Tuhan, maka Tuhan menampakkan Diri dan berkata kepadanya, "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma." (Kis. 23:11). 

Banyak kasih sayang dan kebaikan dari Yesus untuk kita. Ia mengundang kita masuk dalam takhta kasih karunia-Nya. 

Dalam persekutuan sebagai orang beriman, satu dalam kasih, kebenaran dan satu dalam misi untuk meraih relasi harmoni dengan Tuhan, alam dan sesama. Roh Kudus mentransformasi hati kita untuk hidup rukun dalam tatanan dunia yang saling memahami dan tidak saling tuding untuk terus-menerus memicu kekerasan dalam  kebersamaan. Dengan memuluskan relasi sama Tuhan, jalan damai dengan sesama tanpa hambatan. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Kamis/Pekan VII Paskah/A/II, 210526). (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.