- Kabar terbaru terkait nasib, aktivis, relawan dan jurnalis asal Indonesia yang ditangkap militer Israel.
Diketahui, sejumlah kapal Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Gaza, Senin (18/5/2026) dicegat (mengalami interception) oleh pasukan Israel.
Mereka ditangkap bersama ratusan relawan dan aktivis dari berbagai negara saat berusaha menembus blokade Israel untuk misi kemanusiaan menuju Gaza.
Bagaimana kondisi 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut ditahan militer Israel?
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin mengungkapkan mereka saat ini dalam kondisi sehat dan baik.
Ada dua jurnalis Republika yang ditangkap, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah.
“Alhamdulilah saya mendapat kabar bahwa 9 WNI yang diculik oleh militer Israel kondisinya sehat, baik-baik saja,” kata Andi, Rabu, (20/5/2026), dikutip dari Kompas TV.
Kabar kondisi terkini 9 WNI tersebut didapatkan Andi Muhyiddin dari seseorang yang enggan dia sebutkan namanya.
Namun, orang itu punya akses komunikasi langsung dengan orang-orang di Israel.
Menurut keterangan sumber itu, para WNI yang diculik sudah menjalani tahap pertama pemeriksaan. Mereka dicek apakah memiliki hubungan dengan organisasi kriminal.
“Yang kedua, kemudian lanjut dengan pemeriksaan dokumen, tapi ini tertunda karena saat ini lagi hari keagamaan di Israel, banyak libur gitu,” ujar Andi.
Dia berharap proses deportasi terhadap kesembilan WNI itu bisa lancar sehingga mereka segera bebas.
Andi mengatakan informasi terakhir menyebutkan mereka berada di Kota Ashdod, salah satu kota pelabuhan terbesar di Israel.
Letaknya sekitar 40 km dari Kota Gaza.
“Biasanya orang-orang yang ditangkap di perairan internasional itu dibawa ke Ashdod. Di situ kemudian mereka diperiksa, diinterogasi, disita dokumennya, dan lain-lain,” kata Andi.
Data yang diterima Kementerian Luar Negeri RI jumlah mereka yang ditangkap bertambah dari semula 5 orang menjadi 9 orang.
Mereka tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF).
Rombongan misi kemanusiaan dari berbagai negara tersebut sedang menuju Gaza.
Menurut panitia penyelenggara misi kemanusiaan ke Gaza, lebih dari 460 aktivis dari 45 negara ikut serta dalam misi tersebut.
Mereka seluruhnya ditahan militer Israel.
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026) sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa vidio pernyataan mereka ditangkap.
#viraldimediasosial #medsos #regional #shorts #israel #palestine #gaza #mancanegara