TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari, Dr Baru Sadarun, resmi mendaftar sebagai bakal calon Rektor UHO periode 2026-2030.
Pendaftaran dilakukan di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO, Gedung Rektorat Lantai 4, Jalan HEA Mokodompit, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Akademisi kelahiran Raha, 23 Juli 1971 tersebut, mengaku optimistis maju dalam pemilihan rektor karena memiliki pengalaman memimpin jurusan, yang dinilainya menjadi fondasi utama pengelolaan perguruan tinggi.
Menurutnya, banyak persoalan kampus bermula dari tingkat jurusan, mulai dari akreditasi, tata kelola, hingga pengembangan sumber daya dosen.
“Kalau pengelolaan di jurusan baik, dampaknya juga akan positif bagi fakultas dan universitas,” kata Sadarun saat diwawancarai awak media.
Baca juga: PPDS Ilmu Bedah Bakal Dibuka di UHO Kendari, Pelajari Kurikulum Unram hingga Kunjungan ke RSUD NTB
Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, menyampaikan perhatian terhadap jurusan perlu diperkuat, karena menjadi unit paling dasar dalam sistem pendidikan tinggi.
Salah satu program yang disiapkannya apabila terpilih sebagai rektor adalah pemberian dana operasional untuk jurusan.
Dukungan anggaran tersebut penting agar program akademik dan pengembangan kualitas jurusan dapat berjalan maksimal.
Selain itu, ia juga menjadikan pengalaman memimpin Jurusan Ilmu Kelautan sebagai modal untuk maju dalam Pilrek UHO 2026.
Di bawah kepemimpinannya, Jurusan Ilmu Kelautan menjadi satu-satunya jurusan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO yang meraih akreditasi internasional.
Baca juga: Pendaftaran Calon Rektor UHO Kendari Diperpanjang hingga 8 Juni, Jika Pendaftar Belum Capai 4 Orang
“Karena itu saya berpikir bagaimana dengan level universitas. Tentu saya sangat yakin bisa lebih baik karena saya telah memberikan di level kecil,” tuturnya.
Meski demikian, pengembangan UHO ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik internal kampus maupun para pemangku kepentingan di luar universitas.
Sehingga, ia berharap sinergi yang terbangun nantinya mampu menghasilkan program pengembangan kampus yang lebih maksimal. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)