Pelabuhan Bajoe Bone Mulai Padat, Puncak Arus Mudik Idul Adha Diprediksi 26 Mei
Ansar May 21, 2026 01:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, di Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai dipadati penumpang dan kendaraan pada hari pertama kembali beroperasinya lintasan Bajoe-Kolaka, Kamis (21/5/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan, terutama truk atau kendaraan roda enam, mulai menumpuk di gerbang masuk pelabuhan.

Sementara itu, area ruang tunggu penumpang juga dipenuhi calon penumpang yang hendak menyeberang menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom Sedayu, mengatakan kepadatan mulai terlihat sejak penjualan tiket pada lintasan alternatif dihentikan pada 18 Mei lalu.

"Iya, sudah mulai padat karena memang sejak tanggal 18 kemarin sudah kita cut-off. Oleh karena itu, yang memang sudah tidak beli tiket ke Siwa mulai bergeser ke sini," kata Anom.

Menurutnya, setelah dermaga selesai diperbaiki dan diresmikan, layanan penyeberangan Bajoe-Kolaka kembali dijalankan secara bertahap menyesuaikan kesiapan operator kapal.

"Harapannya memang sejak saat ini, karena sudah diuji coba dan diresmikan, maka per hari ini juga lintasan sudah berjalan. Tapi mungkin jadwalnya bertahap sesuai dengan persiapan operator juga," ujarnya.

Anom menjelaskan, jumlah perjalanan kapal setiap hari masih bergantung pada kesiapan armada yang tersedia. 

Saat ini hanya lima dari sembilan kapal yang siap beroperasi.

"Kondisi sekarang ini dari sembilan kapal hanya lima yang siap operasi. Oleh karena itu, jumlah trip juga menyesuaikan dengan kesiapan kapal," jelasnya.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, ASDP mulai mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang diperkirakan terjadi beberapa hari ke depan.

Anom memprediksi puncak arus mudik Idul Adha akan terjadi pada 26 Mei 2026 atau sehari sebelum perayaan Idul Adha.

"Biasanya kalau di sini sehari sebelumnya, sekitar tanggal 26. Namun memang berbeda dengan situasi arus mudik pada saat Idulfitri. Dari tahun ke tahun arus mudik Iduladha tidak begitu ada peningkatan yang signifikan," katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi karena adanya potensi perpindahan penumpang dari lintasan sementara yang sebelumnya digunakan selama proses perbaikan dermaga.

"Namun tetap kami antisipasi karena limpahan dari lintasan sementaranya itu. Mungkin sebelumnya mereka menunda sampai perbaikan selesai, baru kemudian bergeser ke sini," ujar Anom.

Apabila terjadi lonjakan penumpang, ASDP menyiapkan skema penambahan jadwal pelayaran atau extra trip.

"Kapal tambahan yang memungkinkan dengan kondisi sekarang lebih kepada extra trip, karena sampai saat ini kapal yang siap operasi cuma lima," katanya.

Seorang penumpang, Co'tang, mengaku senang karena lintasan Bajoe-Kolaka kembali dibuka sehingga perjalanan menjadi lebih mudah.

"Sudah lama menunggu jalur ini dibuka kembali. Sekarang memang ramai, tapi lebih dekat dan lebih cepat dibanding harus lewat lintasan lain," ujarnya.

Dirinya berharap frekuensi pelayaran dapat ditambah agar antrean kendaraan yang mulai mengular dapat segera terurai.

"Truk sudah banyak yang antre sejak pagi. Mudah-mudahan trip kapal bisa ditambah supaya distribusi barang tidak terlambat," tandasnya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.