Kelaparan Gara-gara Gas Habis Dua Hari, Alasan Anak Deddy Dores Nekat Ngejoki Game hingga Jual Mata
Tsaniyah Faidah May 21, 2026 02:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Tekanan ekonomi yang menghimpit membuat Calvin Dores mengambil keputusan ekstrem untuk bertahan hidup.

Anak dari mendiang maestro musik Deddy Dores ini menjadi perbincangan publik setelah mengunggah niatnya untuk menjual mata di media sosial.

Di balik unggahan yang viral tersebut, Calvin rupanya sedang menghadapi situasi finansial yang sangat berat.

Ia mengaku sudah tidak memiliki pemasukan tetap selama tiga bulan terakhir.

Kondisi ini membuatnya tertekan karena harus memikirkan kebutuhan anak, istri, serta ibunya yang sedang sakit.

Titik balik atau klimaks dari kesulitan tersebut terjadi ketika dapur di rumahnya tidak lagi bisa mengepul karena kehabisan bahan bakar.

Calvin bahkan harus mencari cara instan demi memenuhi kebutuhan mendasar keluarganya.

"Klimaksnya (sampai memutuskan jual mata), dua hari gas habis," kata Calvin saat menceritakan kondisinya di kanal YouTube Melaney Ricardo.

Ketika persediaan gas di rumahnya habis selama dua hari, Calvin memutar otak agar bisa mendapatkan uang tunai dengan cepat.

Langkah pertama yang ia lakukan adalah memanfaatkan keahliannya bermain game online sebagai penyedia jasa atau joki.

"Pertama saya ngakalin duluan nih, saya ngejoki game, Mobile Legends," tuturnya.

Demi bisa membeli tabung gas baru, Calvin rela menghabiskan waktunya untuk menaikkan peringkat atau rank akun milik orang lain.

Baca juga: Calvin Anak Deddy Dores Nekat Ingin Jual Bola Mata : Saya Merasa Jadi Ayah yang Gagal

Ia mengaku memiliki kemampuan yang cukup baik dalam permainan tersebut, namun tarif jasa joki saat ini sudah jauh menurun dibanding beberapa tahun lalu.

"Ya gini-gini pro player-lah, 10 bintang cepek (Rp 100.000) sekarang kan. Dulu kan 10 bintang Rp 300 (ribu)," sambungnya.

Pekerjaan ini ternyata sangat menguras fisiknya. Untuk mendapatkan satu bintang, Calvin biasanya membutuhkan waktu bermain sekitar 20 menit.

Proses tersebut harus dilakukan berulang kali dalam sehari demi mengumpulkan uang yang tidak seberapa.

"Lah gua seharian begini aja (main game), benar-benar satu mata, saya pegal soalnya. Begini amat ya," imbuh Calvin.

Karena hasil dari menjadi joki game tidak mencukupi untuk jangka panjang, Calvin sempat berpikir untuk mengambil langkah yang lebih nekat.

Ia berniat menjual salah satu matanya dengan harga Rp 350 juta agar bisa dijadikan modal usaha.

Calvin menegaskan bahwa unggahan di Instagram Story mengenai niat menjual organ tubuh tersebut bukan bertujuan untuk mencari simpati publik agar dikasihani oleh orang lain.

Tujuan utamanya melakukan hal itu murni demi mencukupi kebutuhan anak, istri, dan membiayai pengobatan sang ibu, Dagmar Clara Sunardi.

Anak dari mendiang penyanyi dan pencipta lagu legendaris Deddy Dores, Calvin Dores mengaku kini sedang dalam kesulitan ekonomi.
Anak dari mendiang penyanyi dan pencipta lagu legendaris Deddy Dores, Calvin Dores mengaku kini sedang dalam kesulitan ekonomi. (Kolase Instagram @dorescalvin)

Ada ketakutan mendalam di benak Calvin jika dirinya tiba-tiba meninggal dunia dalam kondisi tidak meninggalkan aset apa pun untuk keluarganya.

Masa Lalu yang Mewah bak "Rafathar Era 90-an"

Kondisi hidup Calvin saat ini berbanding terbalik dengan masa kecilnya. Perjalanan hidupnya berubah drastis sejak kepergian sang ayah.

Masa-masa setelah ditinggalkan Deddy Dores menjadi titik balik yang sangat berat. Kehidupan yang dulu penuh kenyamanan perlahan bergeser menjadi perjuangan yang tidak mudah.

Calvin mengisahkan bagaimana dirinya pernah hidup sebagai "anak emas" yang tumbuh dalam kemewahan.

Segala fasilitas terbaik seolah sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak kecil.

Baca juga: Butuh Uang, Anak Deddy Dores Sampai Jual Celana Kesayangannya di Instagram: Buat Bayar Kontrakan

Bahkan, tingkat kemewahan yang ia nikmati kala itu sempat disamakan dengan kehidupan anak selebritas papan atas zaman sekarang, Rafathar Malik Ahmad.

"Calvin ini dulu hidupnya kayak Rafathar ini," ujar ibu Calvin, Dagmar Clara Sunardi.

Ia mengingat kembali bagaimana dirinya di era tahun 1990-an selalu dikelilingi oleh banyak pengawal dan asisten, mirip dengan pengamanan yang diterima Rafathar saat berada di tempat umum.

"Rafathar dia asli kan bapaknya kalau ke mana-mana kan pasti banyak orang yang ngikutin. Dia juga kalau ke mana-mana enggak pernah dilepas sama bapaknya," kenang Dagmar.

Kekayaan mendiang Deddy Dores pada masa itu bahkan membuat rumah merek dijadikan tempat berkumpul atau basecamp bagi para musisi besar tanah air.

Salah satunya adalah personel grup band Slank yang sempat menetap di sana hingga bertahun-tahun.

Karena banyaknya tamu yang datang silih berganti, Deddy Dores sampai membeli sebidang tanah kosong di depan rumah.

Lahan tersebut dialokasikan khusus sebagai area parkir pribadi bagi keluarga dan tamu mereka.

"Di rumah ada 22 mobil Kak di rumah Kak," ungkap Calvin.

Namun, kejayaan materi tersebut perlahan mengikis dan habis tak bersisa, terutama setelah sang ayah meninggal dunia.

Sebagai seseorang yang memiliki jiwa pebisnis, Calvin sebenarnya tidak tinggal diam dan sempat mencoba peruntungan di berbagai lini usaha.

Ia tercatat pernah membuka bisnis kuliner ayam goreng, kedai kopi, hingga jual beli sepeda motor.

Sayangnya, kegagalan demi kegagalan terus menerpa usahanya hingga seluruh modal yang ia miliki habis.

Demi menyambung hidup dan membiayai keluarga, Calvin akhirnya rela membuang gengsi sebagai anak seorang maestro musik.

Ia bersedia melakukan pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan uang, mulai dari menjadi kuli bangunan, sopir untuk anak sekolah, hingga pengemudi ojek online.

"(Jadi ojol) itu minjam motor tetangga," jelasnya.

Sebab, motor pribadi miliknya sudah lama dijual untuk menutup kebutuhan ekonomi.

"Saya sudah setahun jalan kaki, saya enggak ada motor, bukan mau ngeluh atau gimana," tambahnya.

Meski kini berada di titik terendah setelah melewati badai kehidupan, Calvin menyatakan dirinya bertekad untuk terus bangkit.

Langkah ekstrem yang sempat terpikirkan olehnya murni didorong oleh keinginan agar kedua anaknya bisa menempuh pendidikan tinggi dan memiliki garis nasib yang lebih baik dari dirinya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.