Kades Berjo Karanganyar Bingung Proyek Siluman Obrak-abrik Lahan Desa, Material Sungai Mulai Dikuras
jonisetiawan May 21, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Deru alat berat kembali memecah ketenangan Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Aktivitas pengerukan yang sebelumnya sempat berhenti kini kembali terlihat beroperasi di kawasan dekat aliran air warga dan memicu keresahan di tengah masyarakat.

Warga mengaku mulai khawatir karena lokasi pengerjaan berada tidak jauh dari sumber aliran air yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kemunculan kembali alat berat membuat kekhawatiran lama kembali muncul, terutama terkait potensi kerusakan lingkungan di sekitar bantaran sungai.

Baca juga: Prabowo Perintahkan Bahlil Basmi Tambang Ilegal, Abaikan Kepentingan Teman dan Keluarga Demi Rakyat

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, aktivitas tersebut sebelumnya sempat berhenti untuk beberapa waktu.

Namun dalam beberapa hari terakhir, pengerjaan kembali berjalan dan menjadi perhatian masyarakat sekitar.

“Dulu sempat berhenti, tapi sekarang jalan lagi. Sudah hampir tiga hari ini mas,” ujar warga kepada awak media dikutip TribunTrends, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia mengatakan, warga mulai resah apabila aktivitas itu terus dilakukan tanpa pengawasan yang jelas karena dikhawatirkan dapat berdampak pada kondisi lingkungan sekitar, terlebih posisi pengerukan berada dekat aliran air warga.

Aktivitas Berubah, Pengambilan Material Kini Dilakukan Manual

Di tengah sorotan masyarakat, metode pengerjaan di lokasi disebut mengalami perubahan. Jika sebelumnya aktivitas dilakukan menggunakan alat berat, kini sebagian pekerjaan mulai dilakukan secara manual oleh para pekerja.

Klepo menjelaskan, pada hari ini pengambilan material dilakukan secara manual. Namun beberapa hari sebelumnya, pengerjaan memang masih menggunakan alat berat.

“Untuk hari ini pengambilan (material) secara manual, kalau beberapa hari yang lalu memang menggunakan alat berat,” tegasnya.

Menurut informasi warga, para pekerja saat ini juga mulai melakukan pembendungan aliran Kali Gondang. Yang menjadi perhatian masyarakat, material seperti pasir, batu, hingga tanah urug untuk kebutuhan proyek disebut diambil langsung dari kawasan sungai tersebut.

Kondisi itu membuat warga semakin khawatir akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan apabila aktivitas terus berlangsung tanpa kejelasan pengawasan maupun kajian dampak lingkungan.

Warga Pertanyakan Legalitas dan Pengawasan

Sejumlah warga mulai mempertanyakan legalitas aktivitas pengerukan tersebut. Hingga kini, masyarakat mengaku belum mendapatkan penjelasan terbuka terkait tujuan proyek, status lahan, maupun dampak lingkungan yang mungkin timbul.

Bagi warga, persoalan ini bukan hanya soal aktivitas proyek biasa, tetapi juga menyangkut keberlangsungan lingkungan dan kualitas air yang digunakan masyarakat setiap hari.

Aktivitas pengerukan dinilai berpotensi memengaruhi struktur bantaran sungai hingga kualitas air apabila dilakukan secara terus-menerus tanpa pengendalian yang jelas.

Baca juga: Intip Menu Sultan Si Ragil Sapi Kurban Prabowo di Karanganyar, Segini Biaya Makan Per Harinya

Pemdes Berjo Mengaku Tidak Menerima Pemberitahuan

Di sisi lain, Pemerintah Desa Berjo mengaku belum mengetahui secara pasti legalitas maupun tujuan proyek tersebut.

Bahkan, pemerintah desa baru mengetahui adanya aktivitas tersebut setelah ramai diperbincangkan warga di media sosial.

Ia menambahkan, pihak desa justru mengetahui keberadaan aktivitas tersebut setelah ada warga yang mengunggahnya di media sosial dan memicu perhatian publik.

Situasi ini membuat tanda tanya di tengah masyarakat semakin besar. Warga kini berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas pengerukan tersebut agar keresahan yang berkembang tidak semakin meluas.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.