TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Duka mendalam masih dirasakan keluarga korban asal Kabupaten Kepulauan Sangihe yang meninggal dunia dalam insiden penyerangan di wilayah tambang Yahukimo, Papua.
Pihak keluarga berharap jenazah korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi secara layak.
Salah satu anggota keluarga korban, Olivia Sahiu, mengungkapkan komunikasi terakhir dengan korban terjadi sekitar sepekan sebelum kabar duka diterima keluarga.
Baca juga: Empat Warga Sangihe Jadi Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pemkab Diminta Perkuat Imbauan ke Papua
“Cuma minggu lalu sempat berkomunikasi. Ada cerita kalau mau baca lokasi baru. Terakhir kita lihat WhatsApp aktif hari Senin, setelah itu sudah tidak ada kabar lagi,” ujar Olivia dengan suara penuh duka.
Menurut Olivia, hingga kini keluarga belum mendapat kepastian terkait proses evakuasi jenazah.
Ia menyebut dalam sejumlah kejadian sebelumnya, korban yang meninggal di lokasi tambang kerap dimakamkan di Papua dan tidak dipulangkan ke kampung halaman.
“Setiap kali kejadian seperti ini, biasanya jenazah tidak pernah dibawa pulang, tetap dikubur di sana. Tapi kami berharap kali ini bisa berbeda,” katanya.
Keluarga juga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membantu percepatan pencarian serta evakuasi jenazah korban agar bisa dimakamkan secara layak.
Baca juga: Identitas 4 Warga Sangihe Korban Penyerangan KKB di Yahukimo Papua
“Kalau boleh cepat diangkat da air. Kasihan, itu Kaka saya. Harapan kami semoga cepat ditemukan dan bisa dibawa pulang,” ungkap Olivia.
Ia mengaku keluarga saat ini hanya menerima informasi terbatas dari foto dan kabar yang beredar, sementara kepastian mengenai kondisi korban masih sangat dinantikan.
Peristiwa ini kembali menambah daftar warga asal Kepulauan Sangihe yang menjadi korban di kawasan pertambangan rawan konflik di Papua.
Keluarga berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk perlindungan warga yang bekerja di daerah berisiko tinggi.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini