TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Opo Nus, warga asal Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menjadi korban serangkaian penyerangan KKB dimakamkan seadanya di kawasan tambang di pedalaman Yahukimo Papua.
Opo Nus merupakan warga Kampung Binebas, Kecamatan Tabukan Selatan.
Ia dilaporkan menjadi korban dalam serangkaian penyerangan di kawasan tambang yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Opo Nus dilaporkan meninggal dunia usai insiden penyerangan yang terjadi pada Senin (18/5/2026).
Baca juga: Keluarga Korban Serangan KKB di Yahukimo Papua Berharap Jenazah Dipulangkan ke Sangihe
Informasi yang diperoleh, jenazah korban telah dimakamkan di pedalaman Yahukimo.
Berdasarkan foto dan unggahan video yang menegaskan bawasanya korban bernama Opo Nus telah dimakamkan dengan
Belum reda duka tersebut, penyerangan kembali dilaporkan terjadi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Dalam insiden itu, tiga warga asal Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali disebut menjadi korban.
Informasi awal menyebut para korban berasal dari Desa Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, Desa Kuma, Kecamatan Tabukan Tengah, serta satu korban lainnya yang identitas lengkapnya masih menunggu kepastian.
Dua warga asal Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali dilaporkan menjadi korban dalam penyerangan di wilayah yang sama.
Kedua korban diketahui berasal dari Desa Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, dan Desa Kuma, Kecamatan Tabukan Tengah.
Informasi awal menyebut salah satu korban bernama Jimmy Mawali dan Yans Saselah, sementara satu korban lainnya bernama Alfert sasiu.
Pihak keluarga berharap jenazah korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi secara layak.
Salah satu anggota keluarga korban, Olivia Sahiu, mengungkapkan komunikasi terakhir dengan korban terjadi sekitar sepekan sebelum kabar duka diterima keluarga.
“Cuma minggu lalu sempat berkomunikasi. Ada cerita kalau mau baca lokasi baru. Terakhir kita lihat WhatsApp aktif hari Senin, setelah itu sudah tidak ada kabar lagi,” ujar Olivia dengan suara penuh duka.
Menurut Olivia, hingga kini keluarga belum mendapat kepastian terkait proses evakuasi jenazah.
Ia menyebut dalam sejumlah kejadian sebelumnya, korban yang meninggal di lokasi tambang kerap dimakamkan di Papua dan tidak dipulangkan ke kampung halaman.
“Setiap kali kejadian seperti ini, biasanya jenazah tidak pernah dibawa pulang, tetap dikubur di sana. Tapi kami berharap kali ini bisa berbeda,” katanya.
Keluarga juga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membantu percepatan pencarian serta evakuasi jenazah korban agar bisa dimakamkan secara layak.
Baca juga: Identitas 4 Warga Sangihe Korban Penyerangan KKB di Yahukimo Papua
“Kalau boleh cepat diangkat da air. Kasihan, itu Kaka saya. Harapan kami semoga cepat ditemukan dan bisa dibawa pulang,” ungkap Olivia.
Ia mengaku keluarga saat ini hanya menerima informasi terbatas dari foto dan kabar yang beredar, sementara kepastian mengenai kondisi korban masih sangat dinantikan.
Peristiwa ini kembali menambah daftar warga asal Kepulauan Sangihe yang menjadi korban di kawasan pertambangan rawan konflik di Papua.
Keluarga berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk perlindungan warga yang bekerja di daerah berisiko tinggi.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini