TRIBUNTRENDS.COM - Erin Wartia merespons tuduhan penganiayaan yang dilayangkan mantan asisten rumah tangganya, Herawati, dengan meminta pemeriksaan psikologis terhadap mantan pekerjanya tersebut.
Erin menilai berbagai pernyataan dan narasi yang disampaikan Hera di media sosial hingga di forum DPR RI mengandung unsur fitnah dan dinilai tidak masuk akal.
Menurut Erin, sikap dan perilaku Hera selama bekerja di rumahnya juga menunjukkan tanda-tanda obsesif yang tidak wajar.
Hal itu disampaikan Erin dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam kesempatan itu, ia meminta kepolisian dan pihak terkait membawa Hera untuk menjalani pemeriksaan kondisi mental secara menyeluruh.
Erin mengaku memiliki alasan kuat atas permintaan tersebut karena menilai mantan ART-nya kerap menunjukkan perilaku janggal selama tiga minggu bekerja di kediamannya.
Tim kuasa hukum Erin, Adlina Amalia, juga membeberkan sejumlah bukti yang disebut mendukung dugaan adanya perilaku obsesif dari Hera.
Salah satu yang disoroti adalah unggahan foto anak Erin di media sosial yang disebut Hera sebagai “suami”.
Menurut pihak Erin, tindakan tersebut menjadi salah satu indikasi perilaku yang dinilai tidak normal dan perlu mendapat perhatian serius.
Kasus ini pun kini menjadi sorotan publik setelah kedua pihak saling melontarkan tudingan di ruang publik.
Baca juga: Erin Wartia Tidak Akan Meminta Maaf ke Mantan ART-nya, Sebut Mempengaruhi Kondisi Psikologis
Tim hukum Erin, Adlina Amalia, membeberkan beberapa bukti yang mendukung tudingan "halu" tersebut.
Salah satunya Hera mengunggah foto anak Erin di media sosial dengan menyebutnya sebagai "suami".
"Saya bisa lihat di sini banyak postingan mantan ART ini yang menulis caption 'menemani suami masak dulu'. Jadi dia itu sudah benar-benar sangat halunya terlalu tinggi menurut saya," jelas Adlina.
Tak hanya itu, Erin juga mengungkapkan tabiat aneh Hera yang kerap masuk ke kamar anak perempuannya, Lova, hanya untuk mencoba baju-baju milik Lova.
"ART saya yang lain jadi saksi, si Hera ini suka ke kamarnya Lova, ambil baju-bajunya terus dicoba-cobain di atas. Itu semua ada saksinya," tambah Erin.
Baca juga: Merasa Nama Baiknya Hancur usai Dituding Aniaya, Erin Wartia Tolak Damai dengan Mantan ART
Erin menduga bahwa perilaku menyimpang ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Hera.
Berdasarkan penelusuran timnya di media sosial, Hera diduga pernah melakukan hal serupa kepada majikan-majikan sebelumnya, yaitu menjadikan anak-anak majikan sebagai konten pribadi tanpa izin.
"Ternyata dia memang suka konten-konten anak majikan yang sebelumnya. Jadi ini sudah jadi kebiasaannya dia. Menurut saya ini memang harus ada efek jera," kata Erin.
Baca juga: ART Baru Erin Wartia Curhat Hp-nya Ditahan Hingga 3 Minggu, Suami Sedih Anak Tak Bisa Hubungi
Erin juga memberikan pesan khusus kepada pihak-pihak yang telah memberikan panggung kepada Hera, termasuk anggota DPR RI dan organisasi perlindungan perempuan.
Ia berharap mereka tidak hanya mendengar cerita dari satu pihak yang sedang "bermain peran" sebagai korban.
"Jadi jangan cuma sepihak. Saya bisa buktikan CCTV-nya semua. Saya minta tolong kepada pihak yang dibela (Hera), seperti Ibu Rieke Diah Pitaloka atau dari DPR, silakan periksa psikologisnya dulu sebelum mengambil kesimpulan," tutupnya.
Erin meyakini bahwa tuduhan keji seperti mencekik, menendang, hingga menodong pisau adalah murni karangan Hera yang sengaja diviralkan untuk menjatuhkan nama baiknya sebagai publik figur.
Kini, ia menyerahkan kasus ini kepada Polres Metro Jakarta Selatan.
(TribunTrends/Grid.id)