SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU– Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Kondisi ini membuat para sopir truk dan kendaraan angkutan harus mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan pasokan solar.
Salah satunya terjadi di SPBU Megang, Lubuklinggau, Kamis (21/5/2026).
Sapri, seorang sopir truk, mengaku sudah mengantre sejak pukul 05.00 WIB dan belum tentu mendapatkan solar pada hari yang sama.
“Sudah antre dari pukul 05.00 WIB dan paling dapatnya pukul 16.00 WIB,” ujarnya.
Ia mengatakan, kelangkaan solar sudah berlangsung hampir dua pekan dan semakin parah dalam beberapa hari terakhir. Hampir seluruh SPBU di Lubuklinggau mengalami antrean panjang, bahkan di SPBU Wijaya antrean kendaraan disebut mencapai lebih dari satu kilometer.
“Sekarang banyak SPBU yang habis solarnya,” kata Sapri.
Menurutnya, kondisi ini membuat para sopir kesulitan menjalankan pekerjaan karena sering kali tidak mendapatkan BBM meski sudah mengantre lama.
“Kadang sudah antre panjang, pas giliran kita malah habis,” ujarnya.
Kelangkaan solar juga berdampak pada aktivitas para sopir angkutan barang dan pedagang keliling. Jika tidak mendapatkan solar, mereka terpaksa menghentikan operasional.
“Saya ini sopir, kalau tidak ada solar otomatis libur ngantar pedagang jualan keliling,” ungkapnya.
Sapri menambahkan, membeli solar eceran bukan pilihan karena harganya jauh lebih mahal dibanding di SPBU.
"Untuk 30 liter solar eceran, harganya bisa mencapai sekitar Rp400 ribu, sementara di SPBU hanya sekitar Rp6.800 per liter,' ungkapnya.