Warga Jombang Desak Rumah Kelahiran Bung Karno Jadi Cagar Budaya
Cak Sur May 21, 2026 01:32 PM

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang di Jawa Timur (Jatim), berharap rumah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno atau Bung Karno, segera ditetapkan sebagai cagar budaya.

Bagi warga, langkah tersebut bukan hanya penting untuk menjaga nilai sejarah, tetapi juga diyakini mampu membuka peluang wisata sejarah yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Harapan itu disampaikan saat kunjungan Komisi D DPRD Kabupaten Jombang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang ke rumah kelahiran Bung Karno di Gang Buntu, Desa Rejoagung pada Rabu (20/5/2026).

Warga Ingin Situs Sejarah Jadi Wisata Edukasi

Salah satu warga, Abdul Ghoni, mengatakan keberadaan rumah kelahiran Bung Karno memiliki potensi besar apabila mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Menurutnya, status cagar budaya dapat menjadi pintu masuk pengembangan wisata sejarah yang mampu menggerakkan perekonomian warga sekitar.

“Kami berharap rumah kelahiran Bung Karno segera ditetapkan sebagai cagar budaya agar bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ucap Abdul Ghoni kepada SURYA.co.id, Kamis (21/5/2026).

Selain status cagar budaya, warga juga meminta pemerintah memperhatikan infrastruktur penunjang menuju lokasi situs sejarah tersebut.

Harapan itu disampaikan, karena akses menuju lokasi dinilai masih membutuhkan perbaikan agar lebih nyaman dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.

“Harapan kami lingkungan sekitar juga diperhatikan, terutama akses jalan dan lampu penerangan menuju lokasi,” ujarnya.

Tempat Lahir Bung Karno Masih Jadi Perdebatan

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi D DPRD Jombang meninjau langsung sisa bangunan yang diyakini sebagai rumah kelahiran Bung Karno. Mereka juga berdialog dengan warga dan pegiat sejarah terkait upaya pelestarian situs tersebut.

Dukungan terhadap penetapan cagar budaya juga disampaikan Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, RM Kuswartono.

Ia menilai penetapan status cagar budaya penting untuk memperjelas sejarah tempat lahir Sang Proklamator, yang hingga kini masih menjadi perdebatan di sejumlah dokumen sejarah.

“Kami berharap pemerintah segera menetapkan situs ini sebagai cagar budaya. Dalam sejumlah dokumen sejarah, tempat kelahiran Bung Karno masih sering diperdebatkan,” kata Kuswartono saat dikonfirmasi SURYA.co.id.

Menurut Kuswartono, Bung Karno merupakan tokoh besar yang dikenal dunia internasional, sehingga kejelasan sejarah mengenai tempat kelahirannya menjadi hal penting bagi bangsa Indonesia.

“Bung Karno adalah tokoh dunia. Banyak pihak luar yang mempertanyakan tempat kelahirannya, dan kita harus bisa memberikan penjelasan yang jelas,” ungkapnya.

Selain menjadi simbol sejarah nasional, keberadaan situs tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata edukasi sejarah di Jombang, terutama jika didukung pembenahan kawasan secara bertahap, seperti:

  • Perbaikan akses jalan lingkungan agar lebih mudah dijangkau pengunjung
  • Penambahan penerangan jalan umum menuju kawasan situs sejarah
  • Penguatan identitas kawasan wisata sejarah berbasis peninggalan Bung Karno
  • Pelestarian sisa bangunan dan dokumentasi sejarah untuk edukasi masyarakat

DPRD Jombang Siapkan Dukungan Infrastruktur

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Erna Kuswati, mengatakan pihaknya akan berupaya membantu kebutuhan infrastruktur di sekitar lokasi melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan.

Menurut Erna, usulan warga akan diupayakan masuk dalam pembahasan anggaran daerah mendatang.

“Nanti akan kami masukkan dalam pokir. Mudah-mudahan pada APBD Perubahan 2027 bisa dialokasikan anggaran agar usulan warga dapat direalisasikan,” beber Erna.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.