Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) mencari skema pembiayaan kreatif (creative financing) untuk menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Melakukan creative financing untuk membantu kegiatan-kegiatan prioritas tetap berjalan,” kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Komisi C DPRD DKI Jakarta berharap, setiap OPD mampu menghadirkan strategi lebih inovatif, menggali potensi pendapatan daerah. Sebab, penguatan PAD tidak dapat lagi hanya mengandalkan pola konvensional.

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail mengatakan, strategi pembiayaan kreatif perlu menjadi perhatian serius setiap OPD, sehingga pemerintah daerah punya sumber pendapatan baru.

“PAD mungkin hanya bisa kita tingkatkan dengan melakukan creative financing,” kata dia.

Menurut Ismail, potensi pembiayaan kreatif di antaranya dengan optimalisasi aset milik Pemprov DKI Jakarta.

Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), sambung dia, mulai menginventarisasi dan memetakan pengembangan aset Barang Milik Daerah (BMD) yang memiliki nilai ekonomi.

Dia mengatakan, optimalisasi aset tidak hanya terbatas pada lahan kosong. Aset yang telah memiliki bangunan juga dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga, selama memberikan manfaat bagi daerah.

“Termasuk melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau swasta,” paparnya.

Dia menegaskan, pengelolaan aset harus memberi nilai tambah terhadap APBD, sehingga, aset daerah tidak hanya menjadi beban pemeliharaan.

“Jangan sampai menjadi beban APBD, tetapi hasilnya harus bisa masuk kembali ke APBD,” kata Ismail.