Minyak Kita Langka di Pasar Tradisional Tangsel, Pedagang Mengaku Sudah 4 Bulan Kehabisan Stok
Ahmad Tajudin May 21, 2026 02:02 PM

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Minyak goreng bersubsidi merek Minyak Kita dilaporkan langka di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten.

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, keberadaan Minyak Kita sulit ditemukan di Pasar Bukit, Kecamatan Pamulang, dan Pasar Serpong, Kecamatan Serpong.

Dari puluhan lapak pedagang sembako yang berjejer di dua pasar tersebut, hampir tidak terlihat adanya stok Minyak Kita yang dijual kepada masyarakat.

Para pedagang justru lebih banyak menjajakan minyak goreng non subsidi dengan berbagai merek dan ukuran kemasan.

Seorang pedagang sembako di Pasar Serpong, Iswandi mengatakan, kelangkaan Minyak Kita sudah terjadi sejak sekitar empat bulan terakhir.

Menurut dia, kondisi itu mulai terasa setelah kegiatan operasi pasar tidak lagi dilakukan pemerintah.

"Kita enggak jual Minyak Kita, soalnya mau ambil barangnya dari mana? Sudah lebih dari empat bulan stoknya enggak ada," ujar Iswandi saat ditemui TribunBanten.com di lapak dagangannya.

Baca juga: Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini, Kamis 21 Mei 2026 Mulai Merangkak Naik: Cek Daftarnya

Ia menyebut, distribusi Minyak Kita ke tingkat pedagang saat ini sangat sulit didapatkan.

"Jadi semenjak enggak ada lagi operasi pasar, Minyak Kita sudah susah dicari," katanya.

Tak hanya langka, Iswandi juga mengaku, harga Minyak Kita dari distributor kerap kali tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, kondisi itu membuat pedagang lebih memilih menjual minyak goreng non subsidi yang harganya justru lebih murah dan kualitasnya dianggap lebih baik.

"Kalaupun ada, harganya enggak sesuai banderol. Per kardus isi 12 kemasan itu sekitar Rp245 ribu sampai Rp248 ribu," ungkapnya.

"Kalau dijual eceran bisa sampai Rp22 ribu per liter, padahal HET-nya Rp15.700. Malah minyak non subsidi sekarang ada yang Rp19.800 per liter," sambung Iswandi.

Ia pun berharap, pemerintah daerah dapat turun langsung melakukan operasi pasar guna memastikan distribusi Minyak Kita kembali berjalan normal hingga ke tingkat pedagang.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan Minyak Kita di wilayahnya.

Menurut Pilar, persoalan distribusi minyak goreng bersubsidi menjadi kewenangan pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait.

"Kalau penyebab utamanya mungkin bisa ditanyakan ke kementerian terkait, terutama Kementerian Perdagangan dan juga Kementerian Ekonomi," kata Pilar saat ditemui di Puspemkot Tangsel.

Meski demikian, ia menduga kendala distribusi menjadi salah satu penyebab sulitnya Minyak Kita ditemukan di pasaran.

"Tapi kalau saya lihat, untuk di Tangsel ini memang terkendala distribusi, pengirimannya agak kurang," jelasnya.

Pilar memastikan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan sekaligus operasi pasar di sejumlah pasar tradisional.

"Termasuk Pasar Serpong nanti akan kami cek, dan memang sudah masuk rencana sidak selanjutnya," pungkasnya.

 

 

 

 

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.