TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mendorong sekolah-sekolah untuk lebih mengenalkan potensi wisata daerah kepada para pelajar melalui kunjungan wisata lokal.
Kabid Pariwisata Dinporabudpar Blora, Yeti Romdonah, mengatakan, imbauan wisata lokal bagi sekolah sebenarnya sudah pernah dirancang sejak 2022 pascapandemi Covid-19.
Menurutnya, surat edaran tersebut berisi ajakan kepada sekolah-sekolah agar melaksanakan kunjungan ke objek wisata di wilayah Blora.
"Namun waktu itu banyak pertimbangan dari pihak sekolah, dan bentuknya hanya imbauan sehingga bukan kewajiban bagi sekolah. Di sisi lain, kami juga menekankan pelaku wisata untuk aktif melakukan promosi wisata ke sekolah-sekolah," terangnya, Kamis (21/5/2026).
Lebih lanjut, Yeti menjelaskan, pada awal April 2026 lalu, Surat Edaran Bupati Blora kembali diterbitkan untuk mengimbau sekolah-sekolah melakukan wisata edukasi ke destinasi lokal.
Langkah tersebut bertujuan mengenalkan potensi wisata daerah kepada para pelajar sejak dini.
"Karena sekarang ini masih banyak anak pelajar di Blora yang belum tahu lokasi tempat wisata di Blora. Mereka juga masih minim informasi tentang pariwisata, bukan hanya soal potensi alam, tetapi juga daya tarik dan wahana yang ada," jelasnya.
Pihaknya menambahkan, konsep pariwisata saat ini tidak hanya sebatas wisata alam maupun wisata buatan.
Menurutnya, terdapat pula wisata edukasi dan pembelajaran yang dinilai penting dikenalkan kepada pelajar.
"Pariwisata sekarang itu ada wisata edukasi dan pembelajaran yang menarik untuk dipahami para siswa," katanya.
Melalui surat edaran tersebut, pihaknya berharap angka kunjungan wisata di Kabupaten Blora dapat meningkat dalam dua tahun ke depan.
Yeti menyebut, target kunjungan wisata di Blora pada 2026 dipatok atau ditargetkan mencapai 1.225.000 wisatawan.
"Sementara pada 2027 mendatang, kami targetkan 1.260.000 wisatawan," paparnya.(Iqs)