Lihat Istri Pasang Foto Mantan di Profil WA, AT Lampiaskan Amarah Aniaya Bayinya, Ini Nasibnya Kini
Murhan May 21, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Melihat istri memasang foto mantan di profil whatsapp (WA), pria ini melampiaskan amarah dengan menganiaya anaknya yang masih bayi.

Pria itu berinisial AT, warga Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia dilaporkan menganiaya anak kandungnya yang masih berusia tujuh bulan.

Adanya peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 23.30 WITA. 

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian di RT 10/RW 04, Kelurahan Naioni.

Kepala Seksi Humas Polresta Kupang Kota, Iptu Florensi Ibrahim Lapuisaly, mengatakan bahwa personel Bhabinkamtibmas bersama anggota piket Polsek Alak bergerak cepat untuk mengamankan situasi.

Baca juga: Anak-anak Kabur Lihat Polisi, Tinggalkan Alkohol dan Lem Fox di Kompleks Raudatul Jannah Benjarmasin

Menurut Florensi, kasus itu bermula dari persoalan rumah tangga. 

Ibu korban, MR, diketahui sedang bekerja di Jakarta, sementara bayi mereka tinggal bersama dan diasuh oleh pelaku di Kupang.

Emosi AT disebut memuncak setelah melihat istrinya memasang foto mantan kekasih sebagai profil WhatsApp. 

Rasa cemburu yang tidak terkendali membuat pelaku melampiaskan kemarahannya kepada sang bayi.

“Pelaku kemudian merekam aksi penganiayaan tersebut dalam bentuk video dan mengirimkannya kepada istrinya di Jakarta,” ujar Florensi, kepada Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

Setelah melihat video tersebut, ibu korban segera menghubungi keluarganya di Kupang untuk memeriksa kondisi anaknya. 

Pihak keluarga kemudian mendatangi rumah pelaku.

Pada waktu yang bersamaan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Naioni Aiptu Ferdinan L. Bagaihing bersama anggota piket Polsek Alak juga tiba di lokasi setelah menerima laporan warga.

Saat petugas datang, situasi sempat memanas karena keluarga dari kedua belah pihak telah berkumpul di tempat kejadian. 

Polisi kemudian melakukan pendekatan persuasif dan mediasi untuk meredam ketegangan.

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, bayi tersebut akhirnya dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga pihak ibu demi keselamatan serta perawatan yang lebih layak.

“Bayi diserahkan kepada keluarga ibunya untuk dirawat dan dijaga demi keselamatan dan kesehatannya,” kata Florensi.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan rumah tangga dengan kekerasan, terlebih terhadap anak yang dilindungi undang-undang.

Kasus ini masih dalam penanganan dan pemantauan lebih lanjut oleh kepolisian. Polisi juga telah menyarankan keluarga korban untuk membuat laporan resmi.

“Dari pihak kepolisian sudah menyarankan keluarga korban dari pihak ibu untuk membuat laporan polisi, namun sampai saat ini laporan resmi belum dibuat,” ujar Florensi.

5 Tips Mengelola Rasa Cemburu

Cemburu sering kali dianggap sebagai tanda cinta dalam sebuah hubungan. 

Menurut Psikolog Klinis Dewasa Disya Arinda, cemburu merupakan respons emosi yang wajar. Namun, cemburu berlebih justru bisa berdampak buruk terhadap kualitas hubungan. 

Untuk mencegah hal ini, Disya membagikan beberapa tips dalam mengelola rasa cemburu agar hubungan tetap harmonis. Simak penjelasannya.

1. Kenali perasaan cemburu dan penyebabnya

Sebelum bereaksi terhadap rasa cemburu, penting untuk memahami penyebabnya. Apakah cemburu muncul karena pengalaman masa lalu, ketidakamanan diri, atau kurangnya komunikasi dengan pasangan?

Jangan sampai kamu merasa cemburu tanpa mengetahui alasan pastinya. Hal ini justru bisa menghambat resolusi konflik dengan pasangan.

“Cemburu juga jadi bentuk rendahnya rasa kepercayaan diri dan ketakutan akan kehilangan,” jelas Disya kepada Kompas.com, Selasa (28/1/2025).

2. Bangun kepercayaan diri

Cemburu sering kali muncul karena kurangnya rasa percaya diri. Oleh karena itu, meningkatkan kepercayaan diri bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kecemasan dalam hubungan.

Tak hanya itu, membangun kepercayaan terhadap pasangan juga tidak kalah penting untuk meminimalisir rasa cemburu.

“Ketika harga dirinya terganggu, apalagi kalau pelakunya ini memang punya self-esteem yang rendah, dia akan terdorong untuk membela atau melindungi dirinya,” ujarnya.

3. Hindari perilaku mengontrol pasangan

Saat seseorang merasa cemburu, ia mungkin tergoda untuk mengontrol pasangan, misalnya dengan memantau aktivitas atau membatasi pergaulan.

Disya menjelaskan, tindakan ini justru dapat merusak hubungan dan membuat pasangan merasa tidak nyaman.

Rasa cemburu biasanya diimbangi dengan perilaku mudah curiga. Untuk itu, ia mengimbau agar menumbuhkan kembali kepercayaan satu sama lain untuk menghindari rasa cemburu.

“Ketika tidak bisa diatasi dengan baik, cemburu itu bisa berubah menjadi kebutuhan untuk mengontrol pasangan,” sahut Disya.

4. Komunikasikan perasaan dengan cara sehat

Daripada menekan atau menuduh pasangan, lebih baik mengungkapkan perasaan cemburu dengan jujur dan terbuka. 

Disya menyebutkan, komunikasi yang sehat dapat membantu kedua belah pihak memahami kekhawatiran satu sama lain. 

5. Sadari batasan cemburu yang sehat

Agar rasa cemburu bisa dikelola dengan baik, maka kamu perlu memahami batasan-batasan cemburu yang sehat.

Cemburu yang sehat umumnya bisa dikomunikasikan dengan baik dan dengan alasan yang jelas.

Sedangkan cemburu yang tidak sehat ditandai dengan ketergantungan emosional yang berlebihan. 

Bukan hanya itu, cemburu tidak sehat juga bisa membuat hubungan menjadi toksik, jika tidak segera diatasi.

(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.