BBPOM Pekanbaru Gandeng Sejumlah Instansi untuk Amankan Riau dari Bahaya Obat-Obat Tertentu
Sesri May 21, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru menggelar kegiatan 'Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT),' Rabu (20/5/2026).

Acara yang diwarnai dengan penandatanganan komitmen bersama tersebut berlangsung di Balai Pauh Janggi, Kediaman Gubernur Riau.

Agenda ini menjadi momentum penting dan bertujuan untuk memperkuat benteng pertahanan preventif guna melindungi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, menyampaikan bahwa maraknya penyalahgunaan OOT seperti Tramadol, Triheksifenidil, Ketamin hingga Dekstrometorfan saat ini sudah berada di level yang mengkhawatirkan.

Bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat tetapi juga mengancam kualitas sumber daya manusia.

"Selama ini, BPOM telah masif melakukan tindakan represif melalui penindakan dan intensifikasi pengawasan. Namun, langkah tersebut dinilai akan jauh lebih optimal jika diimbangi dengan aksi pencegahan secara bersama-sama," ujar Alex.

Aksi nasional ini dihadiri oleh 24 perwakilan pemangku kepentingan utama di Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru.

Langkah kolaboratif ini sengaja melibatkan berbagai unsur untuk memastikan pengawasan dan edukasi berjalan dari hulu ke hilir.

Baca juga: 11 Kosmetik dengan Bahan Berbahaya Ditarik BPOM, Ada Merk Lokal hingga Impor, Ini Daftarnya

Rangkaian agenda dimulai dengan pemaparan materi dari Kepala BBPOM di Pekanbaru mengenai Pencegahan Penyalahgunaan OOT.

Dilanjutkan pemaparan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau yang mengupas tuntas Penanganan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau dengan materi strategis mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan OOT.

Setelah sesi materi, para peserta terlibat aktif dalam dialog interaktif untuk merumuskan solusi di lapangan.

Puncak acara ditandai dengan prosesi penandatanganan Komitmen Bersama antara BBPOM di Pekanbaru dengan seluruh lintas sektor yang hadir.

Pakta integritas ini diharapkan menjadi komitmen nyata untuk memperketat pengawasan peredaran obat, memperluas edukasi ke sekolah dan masyarakat, serta memutus mata rantai peredaran gelap OOT di wilayah Riau.
 
Menariknya, momentum aksi nasional ini juga disejalankan dengan aksi minum Jamu bersama oleh seluruh Kepala Instansi dan tamu undangan dalam rangka memperingati Pekan Jamu Nasional.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program "Jawara" (Jamu Warisan Budaya Nusantara) yang digelorakan oleh BPOM.

Melalui kampanye program Jawara, seluruh stakeholder diajak untuk mengedukasi masyarakat agar kembali ke gaya hidup sehat dengan mengonsumsi obat bahan alam yang aman, bermutu, dan berkhasiat.

(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.