Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pedagang di Pasar Jungke, Kelurahan Jungke, Kabupaten Karanganyar kini tak hanya dipusingkan melemahnya rupiah dan naiknya harga bahan pangan.
Diketahui, kenaikan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah mulai berdampak kepada pedagang.
Mereka juga harus menghadapi lonjakan harga plastik yang membuat biaya operasional ikut membengkak.
Kenaikan harga plastik bahkan memaksa para pedagang mengubah cara melayani pembeli agar penggunaan plastik bisa lebih hemat.
Baca juga: Keluh Kesah Pedagang Pasar Jungke Karanganyar Terimbas Dolar Naik : Kios Sepi, Dagangan Banyak Sisa
Salah satu pedagang Pasar Jungke, Sunarmi (44), mengatakan harga plastik kini melonjak tajam dari Rp 28 ribu menjadi Rp 42 ribu per kilogram.
"Harga plastik melonjak, naik capai Rp 14 ribu," kata Sunarmi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, kondisi itu membuat pedagang harus lebih irit dalam memberikan kantong plastik kepada pembeli.
Jika sebelumnya barang belanjaan dibungkus terpisah, kini banyak yang digabung menjadi satu plastik untuk menekan pengeluaran.
Baca juga: Konflik Timur Tengah Bikin Lelang Pasar Karanggede Boyolali Senilai Rp26,5 M Ditunda, Bakal Molor?
"Biasanya dikasih sendiri-sendiri, sekarang kalau bisa dijadikan satu dijadikan satu, jadi, sekarang pedagang apa-apa pakai plastik, jadi harus ngirit," ungkap dia.
Kenaikan harga plastik tersebut menambah beban pedagang pasar tradisional yang sebelumnya sudah terdampak kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS.