TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Hubungan sejenis menjadi satu faktor penyebab penularan HIV di Kota Pekanbaru.
LSL merupakan satu dari beberapa kelompok beresiko tertular HIV.
LSL adalah singkatan dari Lelaki Seks Lelaki.
Istilah ini merujuk pada perilaku seorang laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis (laki-laki), tanpa memandang orientasi seksual atau identitas gendernya.
Keberadaan mereka jadi sorotan lantaran bermunculan ke publik kelompok LGBT.
Sedangkan LSL menjadi satu kelompok paling rawan menularkan Penyakit Menular Seksual (PMS).
Kondisi tersebut membuat kasus HIV di Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan.
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat secara kumulatif ada 3.750 orang tertular HIV di Kota Bertuah.
"Salah satu yang berisiko, yang berhubungan sejenis. Keberadaan kelompok ini layaknya gunung es, untuk mencegahnya, kita lakukan upaya penanggulangan," jelas Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, jumlah kasus yang ada sampai saat ini hanyalah puncak gunung es. Ia memperkirakan masih banyak orang yang mengidap HIV tapi belum terdata.
"Mereka berpotensi lebih banyak dari jumlah data yang ada saat ini, mereka yang beresiko lebih banyak dari itu," terangnya.
Baca juga: BBPOM Pekanbaru Gandeng Sejumlah Instansi untuk Amankan Riau dari Bahaya Obat-Obat Tertentu
Pihaknya pun melakukan screening dalam lokalisasi yang ada di Kota Pekanbaru. Satu lokalisasi yang jadi sasaran yakni Jondul.
Dedy menilai keberadaan orang berpotensi tertular HIV bukan hanya di lokalisasi saja. Namun saat ini ada potensi penularan terhadap pelajar hingga pengguna narkoba.
"Kami akan melakukan review kembali, guna mencegah laju penularan HIV di Kota Pekanbaru," ulasnya.
Pihaknya juga berupaya menjangkau kelompok berisiko lainnya. Ia menilai tidak tertutup kemungkinan masih ada yang belum terjangkau untuk mengakses layanan kesehatan.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)