BANGKAPOS.COM -- Sebanyak 308 aset dalam 245 lot dilelang kepada masyarakat melalui sistem lelang daring resmi negara yang bertajuk BPA Fair 2026.
Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI menggelar BPA Fair 2026 dan menyita perhatian publik bukan hanya karena deretan mobil mewah dan tas branded milik terpidana korupsi.
Salah satu barang yang dipamerkan adalah koleksi perhiasan eksklusif yang berkaitan dengan aset rampasan terpidana Harvey Moeis.
Beberapa perhiasan yang dipajang bahkan memiliki ukiran nama “Sandra”, “Sandra Dewi”, hingga nama yang diduga merujuk pada kedua putranya.
Detail personal pada setiap koleksi membuat area pameran perhiasan menjadi salah satu sudut yang paling ramai dikunjungi.
BPA Fair 2026 sendiri merupakan pameran sekaligus lelang aset yang diselenggarakan oleh Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI.
Baca juga: Pria Tewaskan Sepupu Terancam 20 Tahun Penjara, Sempat Beralibi Penganiayaan, Ternyata Siapkan Sajam
Tahun ini, sebanyak 308 aset dalam 245 lot dilelang kepada masyarakat melalui sistem lelang daring resmi negara.
Berikut deretan perhiasan diduga milik Sandra Dewi yang mencuri perhatian pengunjung, berdasarkan pantauan Kompas.com, Selasa (19/5/2026).
1. Kalung liontin bertuliskan “Sandra Dewi”
Salah satu koleksi yang paling banyak diamati pengunjung adalah kalung emas 18 karat dengan liontin bertuliskan “Sandra Dewi”. Perhiasan ini memiliki berat 9,41 gram dan dihiasi 155 butir berlian dengan panjang rantai 46 sentimeter.
Nilai limitnya dipatok Rp 33.126.000 dengan uang jaminan Rp 7.000.000. Ukiran nama yang terpampang jelas membuat kalung ini menjadi salah satu item paling ikonik di etalase.
2. Kalung “Sandra” dari Felice Jewellery
Tak jauh dari koleksi pertama, terdapat kalung emas 18 karat dari Felice Jewellery dengan liontin bertuliskan “Sandra”.
Kalung seberat 9,38 gram ini dihiasi 44 butir berlian dan memiliki panjang 42 sentimeter.
Nilai limit yang ditawarkan mencapai Rp 25.930.000 dengan uang jaminan Rp 6.000.000.
Desainnya tampak lebih sederhana, namun tetap memancarkan kesan personal dan eksklusif.
Baca juga: Sering Dibuntuti dan Diteror Suami saat Proses Cerai, Wanita di Sungailiat Lapor Polres Bangka
3. Kalung permata
Koleksi berikutnya adalah kalung emas 17 karat bermatakan 33 butir permata.
Dengan berat mencapai 47,36 gram dan panjang 41 sentimeter, perhiasan ini menjadi salah satu item dengan nilai limit tertinggi di kategori kalung, yaitu Rp 84.030.000.
Peserta lelang yang berminat harus menyetorkan uang jaminan sebesar Rp 17.000.000.
4. Dua cincin dari Sandra Dewi Gold
Ada pula dua cincin dari Sandra Dewi Gold yang dipamerkan berdekatan.
Cincin pertama berbahan emas 17 karat dengan 13 butir batu non-berlian, berat 8,80 gram, ukuran 11, dan nilai limit Rp 15.614.000.
Sementara cincin kedua memiliki 12 butir batu non-berlian dengan berat 8,12 gram, ukuran 12, serta nilai limit Rp 14.407.000.
Keduanya membutuhkan uang jaminan masing-masing Rp 4.000.000 dan Rp 3.000.000.
5. Kalung kunci dari Tiffany & Co.
Di antara deretan koleksi personal, kalung berbentuk kunci dari Tiffany & Co. juga mencuri perhatian.
Kalung emas 17 karat seberat 5,41 gram ini memiliki panjang 42 sentimeter, dengan nilai limit Rp 9.599.000 dan uang jaminan Rp 2.000.000.
Desain khas rumah perhiasan asal Amerika Serikat itu memberi sentuhan internasional pada koleksi lelang.
6. Paket eksklusif 12 perhiasan
Salah satu lot paling menarik adalah paket berisi 12 perhiasan sekaligus.
Di dalamnya terdapat kalung berliontin hati, gelang dengan charm bulat dan salib, liontin hati berukir nama “Sandra”, hoops earring, anting kecil, hingga delapan cincin dengan inisial M, R, D, serta nama “Raphael” dan “Mikhael”.
Paket ini menjadi sorotan karena memuat banyak detail personal dalam satu lot.
Item ini memiliki nilai limit Rp 47.840.000 dengan uang jaminan Rp 10.000.000.
7. Anting besar berinisial “SDW”
Sepasang anting emas 16 karat dengan inisial “SDW” juga dipamerkan dalam etalase khusus.
Perhiasan seberat 13,21 gram ini memiliki nilai limit Rp 22.062.000 dengan uang jaminan Rp 5.000.000.I nisial tersebut membuat banyak pengunjung berhenti lebih lama untuk memperhatikan detailnya.
Baca juga: Nelayan Resah Aktivitas Ponton Selam di Laut Enjel, 5 Pekerja Tambang dan 1 Oknum Wartawan Diamankan
8. Anting bertuliskan “Mika” dan “Rafa”
Koleksi lainnya berupa sepasang anting emas 16 karat seberat 9,37 gram.
Pada permukaannya terukir nama “Mika” dan “Rafa”.
Nilai limitnya ditetapkan Rp 15.649.000 dengan uang jaminan Rp 4.000.000.
Ukiran ini menjadi salah satu detail personalisasi yang tampaknya merepresentaiskan nama kedua putra Sandra Dewi.
9. Gelang “SDW”
Gelang emas 17 karat sepanjang 11 sentimeter dengan ukiran “SDW” turut dipajang.
Beratnya 6,98 gram dengan nilai limit Rp 12.385.000 dan uang jaminan Rp 3.000.000.
Meski sederhana, item ini cukup diminati karena identitas personalnya yang kuat.
10. Paket 12 perhiasan lengkap
Lot terakhir berisi tujuh cincin, satu gelang berukir “Sandra”, sepasang anting, serta dua kalung berliontin “Mika” dan “Raphael”.
Paket ini memiliki nilai limit Rp 54.372.000 dengan uang jaminan Rp 11.000.000.
Dengan detail yang sangat personal, lot ini menjadi salah satu koleksi yang unik dalam BPA Fair 2026.
BPA Fair 2026 berlangsung selama 19 hingga 21 Mei 2026 di Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Jakarta.
Memasuki 20-21 Mei 2026, agenda berlanjut ke sesi lelang resmi yang dilakukan secara daring melalui situs lelang.go.id.
Pada tahap ini, peserta yang telah mendaftar dan menyetorkan uang jaminan dapat mulai melakukan penawaran terhadap barang incarannya.
Deretan mobil mewah berkelas, tas rancangan desainer dunia, hingga kilau perhiasan bernilai fantastis tampak berjejer rapi.
Suasana glamor ini menjadi magnet utama dalam gelaran BPA Fair 2026, sebuah ajang lelang aset negara yang diinisiasi oleh Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI.
Pada perhelatan tahun ini, pihak kejaksaan memboyong sedikitnya 308 aset yang terbagi dalam 245 lot lelang.
Targetnya pun cukup optimis, yakni 75 persen dari seluruh barang sitaan tersebut dapat dilepas ke pasar.
Melalui skema lelang terbuka seperti ini, aset-aset hasil sitaan diharapkan mampu memberikan kontribusi balik yang maksimal bagi kas negara lewat mekanisme yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Pantauan di lokasi pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB memperlihatkan suasana pameran yang masih cenderung lengang.
Lorong-lorong di area utama belum padat oleh hilir mudik orang, sementara para petugas stan sibuk melakukan persiapan akhir demi menyambut para calon pembeli.
Namun, atmosfer berubah drastis saat jarum jam menyentuh angka 11.00 WIB.
Gelombang pengunjung mulai membanjiri lokasi pameran.
Menariknya, mayoritas dari mereka langsung melangkah pasti menuju zona premium asset.
Lonjakan arus pengunjung ini sebenarnya sudah diprediksi lewat data calon pembeli potensial (potential buyer) yang dikantongi pihak BPA.
Berdasarkan sistem digital mereka, situs resmi BPA Fair 2026 telah mencatatkan 104.200 kali kunjungan web.
Dari angka tersebut, sebanyak 3.400 orang tercatat sebagai visitor fisik, sekitar 100 orang mendaftarkan akun lelang baru, dan ada 400 peserta yang sudah bergerak cepat menyetorkan uang jaminan lelang.
Baca juga: Lowongan Kerja BTN, Buka Tiga Posisi, Lulusan D3 dan S1, Cek Syarat dan Link Daftar Online
Kepala BPA, Dr. Kuntadi, S.H., M.H., memandang antusiasme tinggi ini sebagai sinyal positif.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat mencerminkan adanya peningkatan kesadaran publik terhadap urgensi program pemulihan aset negara.
“Kepada seluruh peserta lelang dan masyarakat yang hadir, partisipasi yang diberikan merupakan kontribusi nyata bagi negara,” ujar Kuntadi saat memberikan sambutan dalam pembukaan BPA Fair 2026.
“Karena semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara,” tambahnya lagi.
Pesona Ruang Kaca: Koleksi Bermerek yang Mencuri Perhatian
Dari sekian banyak zona pameran, ada satu ruangan kaca khusus yang terus menjadi pusat perhatian utama pengunjung.
Di dalam ruang kedap tersebut, atmosfer kemewahan begitu pekat terasa.
Tas-tas jinjing dari rumah mode papan atas global seperti Hermes, Chanel, Gucci, hingga Louis Vuitton terpajang anggun di dalam etalase kaca.
Beberapa koleksi bahkan masuk dalam lini ultra-rare atau barang langka yang diburu para kolektor fesyen.
Salah satunya yang paling memikat mata adalah seri Louis Vuitton Grace Coddington Twist MM.
Tepat di bagian tengah ruangan, sebuah etalase tertutup lainnya mengunci kilau perhiasan emas, batu berlian, hingga batang logam mulia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas di lapangan, mayoritas koleksi fesyen premium serta perhiasan mewah tersebut merupakan aset rampasan negara dari kasus hukum yang menyeret nama Harvey Moeis.
Sementara itu, untuk komoditas logam mulia didapatkan dari tangan tersangka kasus lainnya.
Demi menjaga keamanan dan kondisi barang, pengunjung dilarang keras menyentuh langsung aset yang dipamerkan.
Kendati demikian, petugas berseragam disiagakan di setiap sudut ruangan untuk memberikan edukasi seputar spesifikasi dan kondisi riil barang.
Jika ada calon pembeli yang menaruh minat serius pada item tertentu, petugas dengan senang hati akan membantu membukakan tas agar detail bagian dalamnya bisa dicermati lebih dekat.
Salah satu barang yang paling sering ditanyakan dan difoto adalah tas Chanel Classic Double Flap Bag Medium berkelir hitam.
Tas mewah ini dipatok dengan harga limit awal sebesar Rp 67.238.000, dengan prasyarat uang jaminan kepesertaan senilai Rp 14.000.000.
Koleksi Chanel serupa juga tersedia dalam palet warna yang sangat variatif mulai dari navy, abu-abu, cokelat, beige, biru elektrik, merah muda, hingga putih bersih tentunya dengan nilai limit yang berbeda-beda tergantung kondisi fisik.
Menurut penuturan Mely, salah satu staf penjaga stan pameran, nominal harga limit yang dipasang tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan lewat kurasi yang amat ketat.
“Perbedaan harga setiap item ini dari tim terpercaya kami yang melakukan verifikasi, riset pasar, dan kondisi,” urainya menjelaskan sistem penentuan harga.
Tak kalah memikat dari deretan tas branded, area perhiasan juga dipadati koleksi dari merek kenamaan layaknya Tiffany & Co, Felice Jewellery, hingga lini lokal Sandra Dewi Gold.
Menariknya, beberapa perhiasan yang dipamerkan memiliki nilai sentimental yang sangat personal.
Sebut saja sepasang anting yang membentuk inisial huruf “SDW”, untaian kalung dengan liontin tegas bertuliskan nama “Sandra” serta “Sandra Dewi”, hingga barisan cincin dan gelang yang dihiasi ukiran nama anak, “Mika” dan “Raphael”.
Aksesori eksklusif tersebut diduga kuat merupakan barang pribadi milik Sandra Dewi yang diukir khusus dengan nama kedua buah hatinya.
Pemandangan unik juga terlihat di sudut-sudut ruang pameran, di mana para pengunjung tampak sibuk membidikkan kamera ponsel ke arah tas incaran mereka seraya mencatat nomor kode lot untuk keperluan bidding.
Bagi para pengunjung awam yang kepincut ingin ikut menawar tetapi belum memiliki akun, pihak panitia menyediakan booth asistensi khusus.
Di sana, petugas akan memandu proses pendaftaran akun di platform resmi lelang.go.id dengan bermodalkan KTP dan nomor rekening aktif.
Perlu dicatat bahwa seluruh proses transaksi penawaran (bidding) tetap berjalan sepenuhnya secara daring (online).
Para peserta diwajibkan menyetor dana jaminan terlebih dahulu sebelum masa penawaran dimulai.
Jika nantinya peserta kalah dalam perebutan barang, uang jaminan tersebut dipastikan akan dikembalikan utuh tanpa potongan.
Baca juga: Mulai 1 Juli, Pemkab Bangka Berlakukan Tagihan Sampah dan Air Perumdam Lewat Sistem Co-Billing
Bagi masyarakat luas yang penasaran ingin melihat langsung wujud dari aset-aset mewah rampasan negara ini, gelaran BPA Fair 2026 masih akan dibuka untuk umum hingga tanggal 21 Mei 2026 di area kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI.
Anda hanya perlu melakukan registrasi online terlebih dahulu melalui situs bpafair.com tanpa dipungut biaya masuk sepeser pun.
(Kompas.com/Devi Pattricia/Lusia Kus Anna/TribunStyle.com/Bangkapos.com)