Tribunlampung.co.id, Surabaya - Aksi perampokan terjadi di toko emas di Jalan Pasar Wonokromo Baru 7C, Surabaya, pada Kamis (21/5/2026) dini hari.'
Pelaku satu orang menganiaya pemilik lansia yang berjumlah tiga orang.
Para lansia yang terluka yakni laki-laki, berinisial UW (62) mengalami luka lebam di bagian wajah.
Lalu TA selaku istri UW yang juga mengalami luka lebam di bagian wajah.
Begitu juga kakak kandung TA, perempuan berinisial TSG (70).
Baca Juga: Kawanan Rampok Sekap dan Pukuli Ibu dan Anak di Rumah Korban, Gasak Barang Berharga
Ketiga korban sempat memperoleh perawatan medis PMI Surabaya di lokasi kejadian.
Kemudian menjalani proses perawatan lanjutan ke RS Bhayangkara Surabaya.
ADS (34) selaku warga menceritakan, saksi yang mengetahui pertama kali ketiga tetangganya dirampok adalah teman kerjanya di tempat penyembelihan ayam, berinisial BA.
Saksi BA memang kerap begadang karena harus menjaga warung kaki lima olahan nasi bebek di pinggir jalan dekat Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Wonokromo.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Saksi BA dikejutkan teriakan minta tolong dari baik pintu pagar rolling door toko emas di ujung gang permukiman tersebut.
Suara teriakan yang didengar saksi BA adalah khas pita suara perempuan.
Kemudian saksi BA melapor ke juragannya untuk dicari tahu asal muasal dari teriakan itu.
Ternyata, teriakan itu dari para penghuni rumah di ujung gang tersebut.
Lalu, juragan Saksi BA melaporkan kejadian tersebut ke markas Kepolisian setempat.
"Teman saya pulang dengar ada teriakan di sana, di balik pintu rolling door tersebut, akhirnya lapor juragannya," ujar ADS saat ditemui di lokasi.
Setahu ADS, aksi perampokan rumah tersebut dilakukan oleh satu orang yang masuk melalui atap genting rumah.
Genting rumah tersebut dicopot beberapa petak agar dapat menciptakan celah terbuka yang cukup untuk dimasuki pelaku.
Bahkan, informasi yang diketahuinya dari beberapa orang di lokasi tadi, pelakunya membawa senjata jenis pisau.
"Pelakunya satu orang bawa pisau katanya," katanya.
Kemudian, mengenai benda yang hilang, Arnanda mengungkapkan, korban kehilangan sejumlah uang, kartu ATM dan perhiasan anting di telinga korban yang dirampas pelaku.
"Yang hilang kalau gak salah uang, anting, ATM katanya itu aja," ungkap ADS.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Wasito Adi membenarkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus dugaan aksi pencurian dengan pemberatan di lokasi tersebut.
Sejumlah empat orang saksi sudah diminati keterangan untuk proses penyelidikan dan pengembangan pengejaran pelaku.
"Untuk saksi saksi sekitar 4 orang yang sudah di periksa. Mohon waktu masih penyelidikan," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com
Mengenai benda yang hilang dicuri pelaku. Adi tak menampiknya bahwa benda milik korban yang hilang terdiri dari uang tunai, ATM dan perhiasan anting salah satu korban.
"Benar (benda tersebut)," tukasnya.
Sumber: TribunJatim.com