SURYA.co.id, SURABAYA - Event lari bertajuk Crystalin Run Experience 2026 akan digelar untuk pertama kalinya di Kota Surabaya pada 19 Juli 2026.
Bukan sekadar ajang olahraga, event ini akan menghadirkan pengalaman berbeda dengan memadukan olahraga, musik, dan wisata kuliner di Kota Pahlawan.
Marketing Director Crystalin, Wijoyo Setionegoro mengatakan, event ini merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang dikemas lebih dari sekadar lomba lari.
"Pertama kali event ini digelar pada 2020 di Jakarta, tepatnya di Taman Mini. Kemudian pada 2025 kami kembali mengadakan acara di Lippo Mall Nusantara dan antusiasme peserta meningkat sangat besar. Jumlah peserta naik 2,5 kali lipat menjadi 8.500 orang,” ujar Wijoyo pada press conference di Balai Kota Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya dan komunitas pelari, Kamis (21/5/2026).
Tahun ini, Crystalin memperluas penyelenggaraan event ke luar Jakarta, termasuk Surabaya.
Menurut Wijoyo, Surabaya dipilih karena dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism dengan komunitas lari yang terus berkembang.
Baca juga: Sering Lari? Ini 4 Cedera Kaki dan Pergelangan Kaki yang Harus Diwaspadai
“Surabaya ini destinasi wisata sekaligus destinasi pelari. Kami ingin menghadirkan atlet-atlet baru dari Surabaya dan ikut mengajak masyarakat hidup lebih sehat melalui olahraga,” katanya.
Crystalin Run Experience 2026 mengusung konsep #MoreThanARace.
Konsep tersebut menempatkan lari bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan perjalanan untuk menjadi versi diri yang lebih baik.
“Lari itu bukan hanya sekadar lomba, tetapi perjalanan menjadi diri yang lebih baik. Karena itu kami menggabungkan olahraga, musik, dan kuliner dalam satu rangkaian festival,” jelas Wijoyo.
Dalam event ini tersedia tiga kategori lomba, yakni 2,5K, 5K, dan 10K.
Kategori 2,5K disebut ramah bagi pelari pemula maupun keluarga.
Ditargetkan, jumlah peserta untuk Surabaya mencapai 5.000 orang.
Pendaftaran dibuka melalui tautan yang tersedia di akun Instagram resmi Crystalin.
Peserta dapat mengakses informasi pendaftaran, promo, hingga detail teknis acara melalui akun tersebut.
Selain lomba lari, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti jersey eksklusif, medali finisher, race pack, hingga produk-produk dari OT Group.
Jersey peserta diproduksi menggunakan bahan antibakteri dan mudah menyerap keringat.
Sementara medali finisher dilengkapi ruang khusus untuk mencantumkan catatan waktu atau timing pelari.
“Untuk race pack, ada banyak produk dari OT Group seperti Crystalin, Formula, Tango, Formula Wafer, permen, snack, dan berbagai produk lainnya,” ujar Wijoyo.
Panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai dan penghargaan bagi para pemenang di masing-masing kategori 2,5K, 5K, dan 10K dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah.
Detail hadiah dan teknis perlombaan akan diumumkan lebih lanjut melalui media sosial resmi penyelenggara.
Untuk mendukung keamanan peserta, panitia menyiapkan marshal dan tim medis di sepanjang lintasan.
Setiap 500 meter akan ditempatkan marshal dan tim medis dari Siloam Hospitals untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Adapun rute lari akan melintasi sejumlah titik ikonik Kota Surabaya dengan konsep festival olahraga dan hiburan.
Di area acara juga akan tersedia tenant kuliner lokal Surabaya serta hiburan musik untuk peserta dan pengunjung.
Pemerintah Kota Surabaya menyambut positif penyelenggaraan event tersebut. Staf Ahli Wali Kota Surabaya, Bisukma Kurniawati menilai acara ini dapat memperkuat posisi Surabaya sebagai kota sport tourism.
Ia berharap event serupa dapat digelar rutin karena tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga wisata, kuliner, hingga medical tourism.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara. Semoga kegiatan ini semakin menguatkan Surabaya sebagai kota atlet dan mendukung sport tourism di Kota Surabaya,” kata Bisukma.
Ia berharap event serupa dapat digelar rutin karena tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga wisata, kuliner, hingga medical tourism.
Sementara itu, sport enthusiast Michelle Kasenda menilai tren event lari saat ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan festival sosial.
“Sekarang orang ikut race bukan hanya mengejar podium, tetapi juga mencari experience, konten, berburu medali, sampai bertemu komunitas baru,” ujarnya.
Menurut Michelle, meningkatnya kesadaran hidup sehat pascapandemi dan pengaruh media sosial membuat event lari semakin diminati masyarakat.
"Orang sekarang ingin hidup sehat sekaligus punya pengalaman baru. Jadi event lari itu bukan cuma olahraga, tetapi juga hiburan dan tempat berkumpul,” katanya.
Head of Medical Emergency Siloam Hospital, Febriyanti Chandra mengingatkan peserta agar mempersiapkan kondisi fisik jauh sebelum hari pelaksanaan lomba.
“Olahraga lari itu tidak bisa dilakukan secara dadakan. Otot dan sendi harus dibiasakan terlebih dahulu supaya tubuh siap saat hari H,” ujarnya.
Khusus pelari pemula, latihan sebaiknya dimulai dari jarak pendek, kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kategori yang akan diikuti.
Selain latihan fisik, peserta juga diminta menjaga kondisi tubuh menjelang perlombaan dengan cukup istirahat agar energi tetap optimal saat berlari.
“Mendekati hari H, tubuh juga perlu istirahat yang cukup supaya cadangan energi maksimal dan kondisi benar-benar fit saat mengikuti race,” tambah Febriyanti.