Padel DIY Kian Berkembang, Atlet Muda Mulai Tembus Turnamen Internasional
Muhammad Fatoni May 21, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) DIY, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, menilai penyelenggaraan turnamen internasional di Yogyakarta memberikan banyak keuntungan bagi atlet lokal, terutama dari sisi efisiensi biaya.

Menurutnya, atlet DIY maupun peserta dari luar daerah dapat menekan pengeluaran untuk akomodasi, transportasi, hingga konsumsi karena Yogyakarta memiliki pilihan harga yang sangat beragam dan relatif terjangkau.

“Jogja punya range harga yang sangat lebar, dari yang paling efisien sampai fasilitas terbaik untuk pemain level dunia,” ujar Marrel, Kamis (21/5/2026).

Tak hanya soal penyelenggaraan event, perkembangan prestasi atlet padel DIY juga mulai menunjukkan peningkatan. 

Marrel mengungkapkan sejumlah atlet asal DIY kini sudah mulai tampil di berbagai turnamen internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Saat ini, kata dia, lebih dari lima atlet DIY telah diberangkatkan untuk mengikuti kejuaraan internasional sebagai bagian dari peningkatan jam terbang dan pengalaman bertanding.

Program Regenerasi Atlet

PBPI DIY juga mulai fokus melakukan regenerasi atlet melalui pembinaan kelompok umur U-14, U-16, dan U-18. 

Program tersebut dijalankan seiring mulai rutinnya federasi internasional menggelar kompetisi padel usia muda.

Hasil pembinaan itu mulai terlihat dalam Kejuaraan Nasional Seri 2 di Semarang.

Atlet DIY berhasil meraih gelar juara pada kategori U-16 dan U-18, serta menempatkan satu atlet lainnya hingga babak semifinal.

Baca juga: Kompetisi Padel FIP Bronze Yogyakarta Mulai Bergulir, 16 Laga Kualifikasi Digelar di Hari Pertama

Tumbuh Pesat

Di sisi lain, perkembangan olahraga padel di Indonesia dalam dua tahun terakhir dinilai tumbuh sangat pesat. 

Marrel menyebut tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap olahraga baru menjadi salah satu faktor utama meningkatnya popularitas padel.

Ia menambahkan, kehadiran event internasional seperti FIP Bronze 2026 di Yogyakarta turut membantu masyarakat lebih memahami olahraga tersebut secara benar sekaligus membuka minat pemain-pemain baru.

“Orang jadi lebih tahu seperti apa olahraga ini sebenarnya, dan itu akan memunculkan pemain-pemain baru,” katanya.

Antusiasme masyarakat Yogyakarta terhadap padel pun disebut terus meningkat.

Hal itu terlihat dari semakin ramainya penggunaan lapangan padel di berbagai lokasi.

“Setiap saya ikut bermain, selalu ada muka-muka baru yang baru mulai mencoba padel,” ujar Marrel. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.