Biar Hewan Kurban Tidak Stres, Panitia di Malinau akan Pisahkan Area Tunggu dan Penyembelihan
Junisah May 21, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Penerapan aturan baru dalam proses penyembelihan hewan kurban mulai diberlakukan tahun ini dengan memisahkan area tunggu dan lokasi penyembelihan.

‎Kebijakan ini diterapkan secara ketat untuk memastikan hewan kurban yang akan disembelih tidak mengalami kepanikan saat melihat proses pemotongan hewan kurban lainnya.

‎Langkah pencegahan tersebut merupakan tindak lanjut dari standar pedoman kesehatan hewan yang ditekankan Dinas Pertanian kepada para panitia kurban di daerah.

‎Pada pelaksanaan kurban kali ini, inovasi penyekatan area mulai diimplementasikan secara langsung di lapangan, salah satunya pada pelaksanaan kurban di lingkungan sekolah dasar Islam terpadu (SDIT).

Baca juga: Antisipasi Penyakit Menular, Dinas Pertanian Malinau Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

Rencananya, proses penyembelihan hewan kurban tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan hari Tasyrik pertama yang jatuh pada tanggal 28 Mei mendatang.

‎Ketua Panitia Kurban SDIT, Adnan  menyampaikan bahwa panitia telah mempersiapkan skema pemisahan jalur antrean secara matang sejak jauh hari.

‎"Berdasarkan arahan dari Dinas Pertanian, tahun ini panitia menerapkan kebijakan baru yaitu memisahkan tempat penyembelihan dengan area antrean hewan agar hewan tidak mengalami stres sebelum disembelih, hal ini belum diterapkan pada tahun lalu," ungkap Adnan saat ditemui di Malinau Seberang,Kamis, (21/5/2026).
‎ 
‎DIa menjelaskan, proses pelaksanaan kurban tahun ini melibatkan sedikitnya 62 orang panitia yang dipusatkan di sekitar kawasan perkotaan.

‎Total ketersediaan hewan kurban yang telah disiapkan oleh panitia dan akan diantar ke lokasi penyembelihan mencapai 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing.

Baca juga: PHBI Pastikan 40 Masjid di Malinau Dapat Jatah Hewan Kurban, Beli dari Peternak Lokal 

‎Bertambahnya jumlah sapi sembelihan tahun ini turut berdampak positif pada peningkatan target serta jangkauan distribusi daging kepada masyarakat di lingkungan sekitar.

‎Target penerima manfaat daging kurban diproyeksikan meningkat signifikan mencapai sekitar 420 orang, dibandingkan dengan realisasi jumlah tahun lalu yang hanya sebanyak 390 orang.

‎"Pada tahun sebelumnya, setiap orang mendapatkan 1 kg daging dan 1/2 kg tulang, untuk tahun ini porsinya kemungkinan akan meningkat dan bagian jeroan juga akan ikut dibagikan secara merata," ucapnya.

‎Seluruh hewan ternak kurban tersebut dijadwalkan akan tiba di lokasi penampungan sementara pada pagi hari yang sama sebelum tahapan eksekusi dan penyembelihan dimulai.

‎(*)

‎Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.